Riau pastikan pasien COVID-19 isolasi mandiri dapat obat gratis

Riau pastikan pasien COVID-19 isolasi mandiri dapat obat gratis

Dokumentasi - Botol kecil berlabel stiker "Vaksin COVID-19" dan jarum suntik medis, terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada (10/4/2020). (ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/pri)

obatnya gratis semua
Pekanbaru (ANTARA) - Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Riau menyatakan setiap pasien COVID-19 tanpa gejala yang melakukan isolasi mandiri di rumah, tidak perlu risau untuk mengeluarkan biaya untuk obat karena sudah ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Obatnya tak ada yang berbayar, obatnya gratis semua,” kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Selasa.

Sejak sekitar dua bulan terakhir, Satgas COVID-19 Riau mulai memberlakukan pengobatan secara isolasi mandiri untuk penderita yang berkategori orang tanpa gejala (OTG) setelah sebelumnya semua yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona harus dirawat di rumah sakit rujukan. Hal tersebut mengacu pada ketentuan yang diberlakukan oleh Kementerian Kesehatan dalam pencegahan dan penanggulangan COVID-19.

Perawatan di rumah sakit kini khusus bagi pasien dengan kondisi berat, maupun pasien OTG yang tidak punya kemampuan untuk isolasi mandiri. Meski begitu, Mimi mengatakan sesuai arahan Gubernur Riau setiap pasien yang isolasi mandiri tetap harus diperhatikan ketersediaan obat mereka. Pasien dipastikan mendapat asupan obat yang disediakan oleh pemerintah.

Pemberian obat dilakukan melalui tenaga kesehatan puskesmas yang setiap hari rutin melakukan pemantauan pasien isolasi mandiri. Sedangkan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan tersebut dipasok dari dinas kesehatan setempat melalui instalasi farmasi.

Baca juga: Positif COVID-19 Riau tembus 1.000, tiga di antaranya pegawai imigrasi

Baca juga: Gubernur Riau prihatin kasus COVID-19 Siak naik 400 persen


“Ya isolasi mandiri seperti itu, bukan ya sudahlah yang penting pasien di rumah saja. Tujuannya tentunya untuk mempercepat menghilangkan kadar virus di dalam tubuhnya, karena walau OTG tetap ada virus dalam tubuhnya yang harus dihilangkan,” katanya.

Ia mengatakan tenaga kesehatan puskesmas melakukan pemantauan setiap hari dan pada hari ke-7 dilakukan uji usap (swab) kepada pasien isolasi mandiri.

“Pada hari ketujuh atau kedelapan dilakukan swab untuk mengetahui apakah pasien masih positif COVID-19 atau sudah sembuh,” kata Mimi.

Hingga Selasa jumlah kasus akumulasi COVID-19 di Riau mencapai 1.279 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 819 orang sudah dinyatakan sembuh dan 21 orang meninggal dunia.

Sedangkan yang melakukan isolasi mandiri ada 183 orang, dan 256 orang harus dirawat di rumah sakit rujukan. 

Baca juga: Dua legislator positif, Gedung DPRD Pekanbaru lakukan pembatasan

Baca juga: Alami lonjakan, Gubernur Riau percepat penanganan COVID-19 di Siak


Pewarta: FB Anggoro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar