Gerakan wakaf jadi jawaban bagi isu kemiskinan di tengah pandemi

Gerakan wakaf jadi jawaban bagi isu kemiskinan di tengah pandemi

Presiden ACT Ibnu Khajar (kedua dari kiri) terlibat dalam acara Waqf Business Forum 2020: Selamatkan Bangsa dengan Wakaf, Jakarta, Sabtu (29/8/2020). (Humas ACT)

Momentum pandemi saat ini adalah momentum kita untuk semangat, membangun kembali peradaban, bangkit kembali
Jakarta (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap mengatakan bahwa gerakan wakaf merupakan salah satu jawaban bagi masalah kemiskinan yang kian meningkat akibat pandemi COVID-19.

"Bencana begitu ramainya terjadi, namun saat ini bencana kemiskinan adalah bencana yang terbesar yang kita rasakan di tengah pandemi," kata Presiden Global Islamic Philanthropy (GIP) Ahyudin dalam acara Waqf Business Forum 2020: Selamatkan Bangsa dengan Wakaf, Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa wakaf menjadi salah satu jawaban dari persoalan kemiskinan karena permasalahan kemiskinan tidak dapat diatasi jika umat tidak memiliki kekuatan ekonomi dan modal.

Untuk itu, dengan menyalurkan wakaf, masyarakat dapat secara langsung membantu menguatkan perekonomian sehingga permasalahan bangsa akibat pandemi COVID-19 dapat segera teratasi.

Oleh karena itu, ACT mendorong seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung gerakan wakaf sehingga permasalahan bangsa dapat diatasi bersama-sama oleh seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: ACT Sumsel selesaikan pembangunan asrama ponpes Nurul Iman

ACT mengatakan bahwa melalui dana wakaf yang terkumpul saat ini, Global Wakaf – ACT telah membangun aset-aset yang bermanfaat untuk umat.

Dana wakaf tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur pertanian sedemikian rupa dan pembiayaan UMKM sehingga hasilnya murni digunakan untuk membangun kembali perekonomian.

Sementara itu, Presiden ACT Ibnu Khajar mengatakan bahwa suksesnya sebuah peradaban Islam dimulai dari Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya yang selalu memisahkan hartanya untuk umat.

Untuk itu, ia mengajak umat untuk memanfaatkan momen pandemi untuk meningkatkan semangat saling membantu untuk membangun kembali peradaban.

“Momentum pandemi saat ini adalah momentum kita untuk semangat, membangun kembali peradaban, bangkit kembali. Mari bayangkan bila semakin banyak orang berwakaf, maka akan ada perputaran uang yang besar juga, pahala berlipat-lipat akan tersebar di seluruh penjuru dan elemen bangsa,” kata Ibnu.

Baca juga: ACT Sumut buka gerai Sedekah Pangan di Medan
Baca juga: Dinas Ketahanan Pangan apresiasi peluncuran Lumbung Sedekah Pangan ACT

Pewarta: Katriana
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

ACT Malang aktifkan program tanam raya bibit unggul

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar