Denpasar (ANTARA News) - Cuaca buruk memaksa pilot pesawat Indonesia Air Transport (IAT) yang hendak ke Labuan Bajo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, mendaratkan kembali pesawatnya di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Minggu siang.

"Pengawas menara baru melaporkan, pesawat IAT yang terbang dari Bali sekitar pukul 13.00 Wita, terpaksa kembali lagi karena tidak berani mencoba manuver untuk mendarat di Labuan Bajo," kata Manajer Personalia, Hukum, dan Humas PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Alex Pujianto.

Ketika dihubungi ANTARA dari Denpasar, Alex menyatakan bahwa seluruh penumpang pesawat yang didaratkan kembali di Bali itu aman.

"Info yang kami terima aman-aman saja. Pesawatnya baru mendarat dengan selamat. Nanti kami cek kondisi penumpang, muah-mudahan semuanya baik-baik saja, tidak sampai ada yang mengalami tekanan psikis," katanya.

Sebelumnya dilaporkan bahwa hampir semua penerbangan perintis dari dan ke Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang melayani wilayah pedalaman NTT, seperti Labuan Bajo lumpuh akibat cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir.

Sedangkan penerbangan reguler seperti Garuda Indonesia dan Merpati dari dan ke Bali serta Mandala dan Batavia tujuan Surabaya, maupun penerbangan yang ke Jakarta dan Makassar, tetap dapat beroperasi meski pemberangkatan tertunda (delay).

Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, di ujung barat Pulau Flores, merupakan pintu gerbang pariwisata NTT, dengan obyek wisata andalan di wilayah tersebut adalah Taman Nasional Komodo.

Penerbangan dari Bali ke Bandara Komodo di Labuan Bajo, yang diterbangi pesawat-pesawat kecil seperti IAT dan yang dioperasikan oleh Trans Nusa, banyak membawa wisatawan asing dengan tujuan utama Taman Nasional Komodo.

Untuk menuju Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo dan dua pulau di sekitarnya, masih harus menumpang kapal motor atau kapal pesiar berukuran kecil dalam beberapa jam pelayaran.

Menurut Alex Pujianto, untuk penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Ngurah Rai, baik domestik maupun internasional, sejauh ini tak terganggu cuaca buruk, kecuali beberapa penerbangan sempat mengalami penundaan, namun lebih karena masalah teknis operasioal.

"Sejauh ini operasional penerbangan tergolong normal. Kalau pun beberapa penerbangan sempat terjadi penundaan, lebih karena teknis operasional, seperti keterlambatan kedatangan pesawat yang akan digunakan, bukan karena cuaca buruk," katanya.

Ia berharap walaupun belakangan berlangsung cuaca buruk, operasional penerbangan di Bandara Ngurah Rai akan dapat tetap beroperasi secara normal.

Mengenai arus penumpang setelah musim liburan tahun baru, ditambahkan bahwa untuk tingkat kedatangan penumang, terutama domestik, tetap tinggi, sedangkan arus balik telah menurun.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010