Golf

Bagi Dustin Johnson hadiah Rp221 miliar itu bukan yang utama

Bagi Dustin Johnson hadiah Rp221 miliar itu bukan yang utama

Dustin Johnson melepaskan tee shot pada lubang kelima dalam putaran final turnamen golf Tour Championship di East Lake Golf Club, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, pada 7 September 2020. (REUTERS/USA TODAY Sports/Adam Hagy)

Jakarta (ANTARA) - Anda bisa membeli apa saja dengan uang sebesar 15 juta dolar AS atau sekitar Rp221 miliar, tetapi Dustin Johnson menyatakan prestise yang muncul setelah menjuarai FedExCup jauh lebih dari sekadar hadiah uang sebesar itu yang baru saja dia dapatkan.

Pegolf nomor 1 dunia yang mencapai tujuan kariernya Senin waktu AS dengan menjuarai Tour Championship, dengan memastikan gelar FedExCup dan hadiah gila-gilaan, namun bagi pegolf yang sudah meraup penghasilan 70 juta dolar AS (Rp1,03 triliun) memburu trofi adalah jauh lebih penting.

"Mungkin untuk pastinya prestise karena menjadi juara FedExCup adalah yang sungguh saya inginkan," kata pegolf berusia 36 tahun yang menuntaskan babak terakhir dengan dua di bawah 68 di East Lake untuk juara dengan selisih tiga pukulan seperti dilansir dari Reuters, Selasa.

"Saya cukup beruntung di mana saya tak perlu memikir itu (uang). Ini lebih, ini soal menjuarai dan trofi. Bukan soal uang, saya sungguh tak peduli soal itu."

"Saya ingin menjuarai turnamen-turnamen dan saya ingin memenangkan banyak trofi."

Baca juga: Johnson sabet Rp221 miliar dan nomor satu dunia setelah juara FedExCup
Baca juga: Empat jagoan golf saling berhadapan untuk galang dana COVID-19


Johnson sudah pernah memenangkan segalanya tetapi sebelum ini FedExCup selalu jauh dari rengkuhannya.

Dia nyaris menyabetnya empat tahun silam sebelum Rory McIlroy menyingkirkan Kevin Chappell dan Ryan Moore dalam playoff tiga pemain.

"Saya ingin memegang trofi itu pada suatu ketika," kata Johnson. "Itu adalah hal yang ingin saya rampungkan selama karir saya, dan sudah pasti saya sudah mendapatkan salah satunya."

Johnson meneruskan bahwa hal selanjutnya yang dia lakukan adalah merebut trofi-trofi lainnya.

Dari 23 gelar PGA Tour yang diraihnya hanya satu turnamen besar yang dia menangkan yakni AS Terbuka 2016. Namun performa kali ini membuatnya berkesempatan memenangkan turnamen besar berikutnya ketika waktu tinggal 10 hari menjelang AS Terbuka tahun ini di Winged Foot Golf Club di Mamaroneck, New York.

Dalam empat turnamen terakhirnya, Johnson mencatat dua kali juara dan dua runner-up, termasuk satu pada PGA Championship bulan lalu.

"Serasa pertandingan ini dalam bentuk yang sungguh bagus, memainkan golf yang solid, dan sudah tentu menantang setiap pekan," kata Johnson, lalu memungkas dengan kalimat "Saya mungkin memainkan golf terbaik yang pernah saya mainkan."

Baca juga: John Catlin rengkuh gelar European Tour pertamanya
Baca juga: Rory McIlroy jadi ayah jelang Tour Championship
Baca juga: Langasque rebut gelar Tur Eropa pertamanya di Wales

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

10 negara adu kemampuan di stadion tenis Jakabaring

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar