Jakarta (ANTARA News) - Ribuan warga Tionghoa mendatangi klenteng Wihara Dharma Bhakti untuk bersembahyang dalam rangka menyambut tahun baru Imlek 2561 di Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat.

Klenteng yang telah berumur 300 tahun ini didominasi warna merah dengan tiga buah pintu masuk. Klenteng yang berasitektur China memiliki sepasang naga di atapnya.

"Sangat sulit menemukan bangunan indah berasitektur China di Ukraina dan negara Eropa Timur, Ini pengalaman pertama saya", kata Svetlana, wartawan majalah wanita kiev, Ukraina.

Ketika memasuki klenteng itu, pengunjung disapa dengan patung dewa-dewi budha, dan puluhan lilin merah dari yang kecil sampai yang seukuran manusia. Patung Budha Sidharta terdapat di tengah ruangan yang diapit patung dewa Kwan Gong dan Ma co sedangkan patung dewi Kwan Im terdapat di atas meja tepat berada di depan patung sang Budha.

Beberapa warga Tionghoa memanjatkan doa dengan memejamkan mata dan memegang dupa yang terbakar. Asap dupa memenuhi isi ruangan. Hilir mudik pegawai klenteng membawa kebutuhan persiapan sembahyang seperti lilin, jeruk dan dupa.

Wihara ini merupakan magnet bagi para pengunjung baik dari orang Tioghoa juga para turis mancanegara.
Sebut saja Danish, turis asal Kiev, Ukraina mengatakan tempat ini sangat menarik baginya dan ini menjadi tempat pertama di Jakarta yang ia kunjungi.

Arsitektur klenteng bercorak China, gantungan lampu lampion dari bangunan satu ke bangunan lain.

Klenteng Wihara Dharma terletak di tengah pemukiman masyarakat petak lima. Banyak para pedagang dan pengemis mengais rezeki di sekitar klenteng. Pedagang menjajakan kebutuhan-kebutuhan Imlek seperti bunga, lampion, buaj jeruk, kue-kue dan ikan laut dll. "Sepanjang jalan wihara terhampar bunga-bunga buat dijual tapi berhubung hujan bunganya ditutup plastik", ujar Frans Djiazonie, Fotografer Harian Indonesia. Puluhan pengemis pun sudah mengantri di pintu keluar menunggu uluran tangan dari para pendatang.(ADM/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010