Pekanbaru (ANTARA News) - Gerakan pramuka di Riau dalam beberapa tahun terakhir mengalami degradasi karena masih sebatas "memakai" pakaian seragam.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Riau, Septina Primawati kepada pers di Pekanbaru, Senin, terkait dengan rencana pelantikan pengurus pramuka Kwarda Riau periode 2009-2014 di Pekanbaru, pada Rabu, 17 Februari 2010.

"Saat ini di Riau banyak yang berbaju pramuka, tapi tidak jelas kegiatannya dan pola pergaulan yang dilakukan para generasi muda telah jauh bergeser dari yang seharusnya," ujarnya.

Menurut Septina, tugas besar bagi 12 kwartir cabang (kwarcab) tingkat kabupaten/kota sewilayah Riau untuk kembali membenahi organisasi dalam mendidik para kader pramuka, agar mereka disiplin, memiliki kepercayaan diri dan kesetiakawanan sosial.

"Bukan tidak mungkin melalui gerakan organisasi pramuka, pada tahun 2020 nanti Riau akan dipimpin oleh generasi muda yang luhur suci dalam perkataan dan perbuatan sesuai yang tertuang dalam dasa dharma pramuka," ujarnya.

Hal itu juga didukung dengan kebijakan pemerintah yang berjanji mengupayakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pramuka, yang saat ini sedang dalam pembahasan panitia kerja DPR.

"Gerakan pramuka di Riau ke depan akan kita orientasikan kepada kepentingan pembangunan dan globalisasi tanpa mengenyampingkan keterampilan dan rasa saling tolong menolong," katanya lagi.

Pada kesempatan terpisah Sekretaris Kwarda Riau, Ansyari Kadir, menambahkan, saat ini Riau memiliki kader anggota muda pramuka putra dan putri sebanyak 28.110 orang dan jumlah anggota dewasa 3.090 orang dengan 4.685 gugus depan, 152 kuartir ranting dan 152 kwartir cabang.

Meski demikian Riau masih mengalami masalah dengan minimnya sarana dan prasarana untuk latihan dan kegiatan anak-anak peserta didik yang dinilai representatif seperti bumi perkemahan, ujarnya. (M046/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010