Saham Tokyo dibuka melemah karena kekhawatiran virus dan geopolitik

Saham Tokyo dibuka melemah karena kekhawatiran virus dan geopolitik

Pejalan kaki memakai masker pelindung wajah menyusul wabah penyakit virus corona (COVID-19) tercermin pada layar yang menampilkan harga-harga saham di luar sebuah broker di Tokyo, Jepang, 17 Maret 2020. (ANTARA/Reuters/Issei Kato)

Saham-saham perusahaan yang berkaitan dengan pertambangan, besi dan baja, serta real estat mengalami penurunan paling besar pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.
Tokyo (ANTARA) - Saham-saham Tokyo dibuka lebih rendah pada perdagangan Rabu pagi, di tengah berlanjutnya kenaikan kasus COVID-19 di luar negeri dengan masalah-masalah geopolitik mengaburkan prospek pemulihan ekonomi dari pandemi.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) merosot 119,79 poin atau 0,51 persen, dari tingkat penutupan Jumat (18/9/2020), menjadi diperdagangkan di 23.240,51 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo kehilangan 8,26 poin atau 0,50 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.638,16 poin.

Baca juga: Saham Tokyo ditutup sedikit menguat setelah apresiasi yen terhenti

Saham-saham perusahaan yang berkaitan dengan pertambangan, besi dan baja, serta real estat mengalami penurunan paling besar pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Pasar saham Tokyo tutup pada Senin (21/9/2020) dan Selasa (22/9/2020) untuk hari libur nasional.

Baca juga: IHSG diprediksi menguat dipicu aksi berburu saham murah

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar