Pengamat sarankan Anies cabut PSBB Jakarta

Pengamat sarankan Anies cabut PSBB Jakarta

Tangkap layar: Akun Instagram "@dennysiregar" mengunduh foto seseorang memegang kardus warna cokelat bertuliskan "TOLONGLAH PAK, SAYA KENA PHK ISTRI MALAH KABUR, ANAK2 KELAPARAN DI RUMAH MELAWAN CORONA" dan tercantum lokasi Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada 18 September 2020. (ANTARA/HO/akun Instagram @dennysiregar)

Seketat apa pun PSBB tidak akan mampu lagi mengendalikan penyebaran COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi Rustam Ibrahim menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mencabut aturan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta guna mengantisipasi keterpurukan ekonomi masyarakat.

"Seketat apa pun PSBB tidak akan mampu lagi mengendalikan penyebaran COVID-19, terutama di Jakarta dan kota-kota besar di Pulau Jawa karena sulitnya 'social distancing' di daerah padat penduduk. Alih-alih pandemi COVID-19 hilang, ekonomi rakyat kecil jadi korban," ujar Rustam Ibrahim di Jakarta, Kamis.

Rustam menyatakan penerapan PSBB yang diperketat di Jakarta tetap tidak mampu mengendalikan jumlah pasien yang terpapar maupun menangani kasus COVID-19.

Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial itu mengungkapkan PSBB hanya bersifat sementara mengendalikan penyebaran COVID-19.

"Begitu PSBB dilonggarkan kembali maka penyebaran virus meningkat lagi," tutur Rustam.

Rustam mencontohkan di DKI Jakarta, setelah diberlakukannya PSBB dan dilanjutkan PSBB transisi beberapa kali, justru jumlah penderita COVID-19 tetap meningkat.

Jika PSBB ketat tetap diberlakukan, Rustam mengkhawatirkan kebijakan itu akan berpengaruh terhadap keterpurukan perekonomian masyarakat menengah ke bawah.

"Bagi rakyat kecil, penyakit akibat kemiskinan atau kelaparan bisa lebih parah dan menyebabkan tingkat kematian jauh lebih tinggi," ucap Rustam.

Rustam meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah sinergis dan fokus terhadap pengawasan protokol kesehatan secara tegas, serta konsisten.

Sementara itu, pantauan dari akun "@dennysiregar" menampilkan foto seseorang yang memegang potongan kardus "TOLONGLAH PAK, SAYA KENA PHK, ISTRI MALAH KABUR, ANAK2 KELAPARAN DI RUMAH MELAWAN CORONA".

Foto tersebut mencantumkan lokasi di Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada 18 September 2020.

Pemilik akun juga menuliskan keterangan (caption) "Yang kayak gini akan semakin banyak di Ibu Kota".

Baca juga: Ekonom: Dampak PSBB Jakarta bayangi pertumbuhan ekonomi semester II
Baca juga: Akibat PSBB Jakarta, okupansi hotel di Jawa Barat turun


Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sepekan PSBB Transisi II berlaku, Operasi Yustisi Jakpus temukan hampir 2.000 pelanggar 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar