Kupang (ANTARA News) - Sebanyak 17 orang terkena tembakan senapan tumbuk dalam bentrokan antar dua desa di Kabupaten Flores Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, terkait masalah batas wilayah.

Salah seorang warga Lamahala, Rahman Sengaji yang dihubungi ANTARA dari Kupang, Minggu malam mengatakan insiden itu terjadi pada saat warga Lamahala, Kecamatan Adonara Timur sedang di jalan menuju kebun mereka di perbatasan antara Adonara Timur dengan Kecamatan Adonara Tengah.

"Penyerangan itu dilakukan secara rahasia. Saat warga Lamahala menuju kebun, warga dari kampung Niwak, Kecamatan Adonara Tengah menyerang mereka dengan senapan tumbuk. Ada 17 orang terkena tembakan, tujuh dalam kondisi serius dan saat ini sudah dilarikan ke Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur untuk mendapat pertolongan medis," katanya.

Dia mengatakan anggota TNI dari Larantuka, sudah tiba dilokasi kejadian untuk menjaga keamanan.

Sengaji mengatakan saat ini para orang tua dan pemuda Lahamala sedang mengadakan pertemuan untuk membahas masalah ini. "Sekarang sedang ada pertemuan, kita harapkan ada jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini," katanya.

Ketua Kerukunan Marga Lamahala (Kemala) Haji Mad Wongso yang dihubungi secara terpisah mengaku sedang memimpin pertemuan dengan warga Lamahala di Kupang untuk membahas masalah ini.

Menurut dia, hal yang paling penting adalah melakukan pencegahan agar tidak terjadi serangan balik karena bisa menimbulkan jatuhnya korban jiwa dari kedua belah pihak.

"Sekarang ini sedang ada pertemuan para pemuda dan orang tua Lamahala untuk membahas masalah ini. Kami sedang menunggu perkembangan tetapi sudah menyarankan untuk menahan diri walaupun kita diserang," katanya.

Dia berharap agar pemerintah segera mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak meluas menjadi pertikaian antar kampung. (T.B017/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010