Membidik emas di Negeri Sakura

Oleh Pradita Kurniawan Syah

Membidik emas di Negeri Sakura

Atlet menembak Indonesia Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba yang berpasangan dengan Fathur Gustafian mengikuti kualifikasi 10 meter Air Rifle Mixed Team SEA Games 2019 di Philippine Marine Shooting Range Total, Manila, Filipina, Kamis (5/12/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Insan olahraga tentu tak asing lagi mendengar nama Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba, seorang petembak muda senapan angin potensial yang dimiliki Indonesia saat ini.

Gadis belia yang baru menginjak usia 19 tahun itu menyita perhatian publik lewat catatan impresif yang ditorehkannya dalam berbagai ajang mulai dari kejuaraan menembak amatir hingga yang berskala regional, nasional, bahkan internasional.

Dengan segudang prestasi tersebut, Fika sapaan akrabnya, mencatatkan namanya sebagai salah satu atlet peraih tiket Olimpiade Musim Panas di Tokyo, Jepang yang rencananya akan dilangsungkan pada 23 Juli 2021 setelah sempat tertunda setahun akibat pandemi COVID-19.

Masuknya nama Fika dalam daftar atlet Olimpiade menjadi rekor tersendiri bagi induk organisasi olahraga menembak nasional, Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) setelah pada empat periode penyelenggaraan Olimpiade berturut-turut sebelumnya Indonesia selalu absen di cabang olahraga tersebut.

Bersama para atlet cabang olahraga unggulan seperti bulu tangkis, angkat besi, dan atletik, Fika menjadi salah satu tumpuan kontingen Merah Putih dalam meraih prestasi tertinggi di Olimpiade Tokyo 2021.

Lantas bagaimana upaya Fika membidik medali emas di Negeri Sakura untuk mewujudkan impian dan asa ratusan juta penduduk Indonesia?

Baca juga: Dua emas pijakan Vidya Rafika menuju Olimpiade Tokyo

Ditemui secara eksklusif oleh ANTARA, Fika mengaku saat ini dirinya terus mengasah kemampuan menembaknya agar mampu mewujudkan prestasi tertinggi meraih medali pada Olimpiade mendatang.

Atlet menembak binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi itu mengatakan segala upaya akan dilakukannya untuk mempersiapkan diri berlaga di ajang tertinggi olahraga tersebut sekalipun di masa pandemi.

"Tentu ini menjadi kesempatan yang membanggakan. Maka harus dipersiapkan sebaik mungkin agar bisa berbicara banyak di Olimpiade nanti. Ingin tentunya bisa menyumbang emas, minimal dapat medali dulu," katanya.

Fika mengharapkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat agar mampu meraih prestasi tertinggi sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

"Cita-cita saya adalah mengibarkan Sang Merah Putih sambil mendengarkan lagu Indonesia Raya yang diputar di bawah langit Tokyo," ungkapnya.

Dirinya juga berharap kepada pemerintah agar menyiapkan porsi latihan khusus untuk menghadapi beragam kejuaraan yang akan dihadapi khususnya Olimpiade Tokyo 2021.


Baca juga: Pandemi COVID-19 bikin pelatnas menembak fokus latih atlet junior

Selanjutnya: Prestasi Menembak

Oleh Pradita Kurniawan Syah
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Usai Asian Games, atlet karate Indonesia bidik Olimpiade

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar