Kabul (ANTARA News/Xinhua-OANA) - Menteri Luar Negeri Denmark, Lene Espersen pada Senin memulai kunjungan pertamanya ke Afghanistan.

"Denmark akan terus melibatkan diri di Afghanistan dan membantu rakyat Afghanistan hingga mencapai perdamaian yang menyeluruh," kata wanita menteri itu dalam konferensi pers di Kabul setelah bertemu dengan timpalannya, Menlu Afghanistan Zalmai Rasoul, Senin.

Menlu Lene Espersen mengatakan ia telah berdiskusi dengan Rasoul mengenai Konferensi Kabul mendatang mengenai Afghanistan dan Perdamaian Jirga.

Ia juga menegaskan bahwa negaranya akan mendukung keputusan pemerintah Afghanistan untuk menciptakan perdamaian di negara itu.

Dalam kunjungan resmi pertamanya itu, Menlu Lene juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai.

Denmark, negara anggota NATO, saat ini menempatkan 750 tentaranya di Afghanistan, sebagian besar dikerahkan di provinsi Helmand sebagai bagian dari Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO.

Sejauh ini tercatat 31 tentara Denmark tewas dalam pertempuran melawan gerilyawan Taliban.

Pekan lalu, pemerintah Denmark menolak desakan kalangan oposisi untuk menetapkan tanggal penarikan pasukannya dari Afghanistan.

"Kami saat ini tidak bisa mengatakan kapan akan meninggalkan Afghanistan dan tak seorang pun ingin kami tinggal lebih lama daripada yang diperlukan," kata Menlu Lene Espersen dalam satu pernyataan pekan lalu.

Pernyataan Menlu Lene Espersen itu disampaikan sebagai tanggapan atas seruan juru bicara partai lawan utama Demokrat Sosial yang mendesak pemerintah untuk menetapkan jadwal pasti bagi tentara Denmark menyerahkan tanggungjawab kepada tentara Afghanistan. (M043/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010