Empat langkah pencegahan pneumonia pada lansia

Empat langkah pencegahan pneumonia pada lansia

Ilustrasi lansia (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Pneumonia merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, terlihat dari tingginya angka kematian terutama pada orang lanjut usia (lansia).

Pada 2017, lebih dari 43.000 orang di Indonesia meninggal akibat pneumonia. Lebih dari 66 persen kematian akibat pneumonia tersebut terjadi pada kelompok usia di atas 50 tahun.

Lansia merupakan kelompok yang lebih rentan terhadap penularan berbagai penyakit infeksi, termasuk pneumonia. Paparan polutan dan asap rokok, penyakit penyerta, serta penurunan kekebalan tubuh akibat penuaan menjadi beberapa faktor risiko infeksi pneumonia terhadap kelompok usia ini.

Tanpa perawatan yang benar, pneumonia dapat mengakibatkan komplikasi seperti kesulitan bernafas, infeksi aliran darah, penumpukan cairan atau nanah di dalam atau di sekitar paru hingga kematian.

Kendati demikian, kebanyakan kasus kematian akibat pneumonia sesungguhnya dapat dicegah. Berikut empat langkah pencegahan pneumonia, seperti dikutip dari siaran resmi Pfizer, Selasa.

Baca juga: Elton John tinggalkan panggung karena pneumonia

Baca juga: Pneumonia pembunuh nomor satu di antara penyakit infeksi pada anak


1. Kenali bahayanya
Pneumonia adalah peradangan pada kantong udara (alveoli) di paru-paru yang menyebabkan kantong udara di paru-paru terisi dengan cairan dan nanah. Penyakit ini dapat menyebabkan kesulitan bernafas dan berbagai komplikasi kesehatan serius mulai dari abses paru-paru, infeksi darah atau sepsis, gagal organ, meningitis, hingga kematian.

2. Kenali penyebab dan gejala
Pneumonia terjadi akibat adanya infeksi bakteri, virus, dan jamur. Salah satu penyebab pneumonia yang paling umum adalah infeksi dari bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). Agen tersebut dapat berpindah melalui udara misalnya ketika batuk atau bersin, melalui darah, atau dari permukaan yang terkontaminasi.

Gejala awal pneumonia meliputi sesak napas, nyeri dada, demam, batuk, dan kehilangan nafsu makan, yang mudah disalahartikan sebagai gejala flu biasa. Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami gejala tersebut.

3. Imunisasi PCV untuk pencegahan
Imunisasi adalah cara paling efektif untuk melindungi diri dari pneumonia. Saat ini, tersedia imunisasi PCV (pneumococcal conjugate vaccine) yang bisa mencegah penyakit akibat infeksi bakteri pneumokokus, yakni salah satu penyebab pneumonia yang paling umum ditemukan.

4. Konsultasi dengan dokter
Imunisasi PCV sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang rentan terkena infeksi pneumokokus, termasuk balita di bawah usia 2 tahun dan lansia berusia di atas 50 tahun.

Jadwal imunisasi PCV untuk orang dewasa berbeda dengan balita. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan jadwal imunisasi yang tepat.

Baca juga: Empat fakta yang harus diketahui orangtua mengenai pneumonia anak

Baca juga: WHO tambahkan kasus pneumonia mirip corona Kazakhstan ke data COVID-19

Baca juga: Mengenal penyakit pneumonia atau infeksi paru-paru

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Seseorang diduga terjangkit Corona, Menkes minta masyarakat tak khawatir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar