Jakarta (ANTARA News) - Tim ekspedisi Indonesia "Seven Summit" akan menjalani misi sosial tentang dampak pemanasan global saat mendaki ke tujuh puncak gunung tertinggi di dunia pada April mendatang.

Panglima ekspedisi Indonesia "Seven Summit" Endriartono Sutarto kepada ANTARA di Jakarta Kamis mencontohkan, akibat dampak pemanasan global sebagian es yang menyelimuti Kutub Selatan dan Kutub Utara terus menurun.

"Bahkan salju yang dulu menyelimuti puncak gunung Carstensz Pyramid di Papua, kini tinggal sepertiga. Ini makin membuktikan bahwa dampak pemanasan global telah makin nyata dan luas," katanya.

Selain semakin memperkenalkan Indonesia di tingkat internasional, pendakian Carstensz Pyramid dan enam puncak gunung tertinggi di mancanegara yang memakan waktu 2,5 tahun, itu juga diharapkan menimbulkan kesadaran masyarakat bahwa pemanasan global harus ditindaklanjuti secara nyata, kata Endriartono.

Pendakian puncak Gunung Cartenz Pyramid dijadwalkan April mendatang, Gunung Kilimanjaro (5.963 mdpl) berlokasi di Tanzania (Benua Afrika) Juli 2010, Gunung Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia (Benua Eropa) Agustus 2010, Gunung Aconcagua (6.962 mdpl), di Argentina (Benua Amerika Selatan), dan Gunung McKinley/Denali (6.194 mdpl) di Alaska (Benua Amerika Utara).

Selain itu, mereka juga akan mendaki Gunung Vinson Massif (4.897 mdpl) yang berlokasi di Ellsworth Range (Benua Antartika) dan Gunung Everest (8.850 mdpl), yang berlokasi di Nepal (Benua Asia).

Endriartono mengatakan tim tersebut beranggotakan enam orang dari kelompok pencinta alam Wanadri dan kini tengah melakukan berbagai latihan dan simulasi.

Latihan dan simulasi, lanjut dia, antara lain di Gunung Gede dan sekitarnya.

Endriartono mengatakan, pada 2010 ini ada tiga puncak gunung yang akan didaki yakni Gunung Cartenz Pyramid pada April 2010, Gunung Kilimanjaro di Tanzania pada Juli 2010, dan Gunung Elbrus di Rusia (Benua Eropa) pada Agustus 2010.

(T.R018/A016/S026)

Pewarta: Luki Satrio
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010