Pesepeda Ibu Kota diingatkan untuk bersepeda tak sendiri

Pesepeda Ibu Kota diingatkan untuk bersepeda tak sendiri

Sejumlah pesepeda melintas dari arah Bundara HI menuju jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (28/06/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Kalau bisa bersama-sama, minimal berdua, sehingga saling menjaga
Jakarta (ANTARA) - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono mengingatkan pesepeda di Ibu Kota untuk bersepeda tidak sendiri tetapi berkawan, minimal berdua untuk mencegah aksi penjambretan atau begal sepeda.

"Para pengendara sepeda tetap memperhatikan waktu dan tempat pada saat berolahraga, jika memang sepi sekali, kalau bisa bersama-sama jangan sendirian," kata Kombes Pol Budi, di Mako Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis.

Menurut Budi, pelaku kejahatan biasanya berani melakukan tindak kejahatannya apabila melihat korbannya sendirian.

"Kalau bisa bersama-sama, minimal berdua, sehingga saling menjaga," ujar Budi.

Terkait aksi penjambretan terhadap pesepeda yang hari-hari ini marak terjadi, Budi mengatakan pihaknya tidak melarang masyarakat untuk berolahraga sepeda.

Tetapi, lanjut dia, para pesepeda hendaknya memperhatikan hal-hal untuk mewaspadai tindak kejahatan tersebut.

Polres Metro Jakarta Selatan telah membantu satgas gabungan anti begal untuk mencegah penjambretan ponsel maupun penjambret pesepeda.

Satgas tersebut terdiri atas dua tim yakni tim pencegahan dan tim penindakan. Tim pencegahan terdiri dari patroli terbuka dan pengamanan.

"Kita akan mengetatkan pencegahan dengan menempatkan personel anggota di tempat-tempat yang rawan," kata Budi.

Budi menambahkan, dengan pembentukan satgas itu, pihaknya fokus untuk melakukan pengetatan pengamanan di tempat-tempat yang kerap dilewati pesepeda dan melakukan pengungkapan tindak pidananya.

Waka Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Agustinus Agus Rahmanto menambahkan, pembentukan satgas ini untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat di wilayah Jakarta dalam beraktivitas sepeda.

Melalui satgas ini, Polres Metro Jakarta Selatan berupaya mempersempit ruang gerak pelaku dan tengah berupaya mengungkap pelaku kejahatan terhadap pesepeda yang telah terjadi.

Menurut Agus, begal sepeda menjadi jenis kejahatan baru karena di masa pandemi ini olah raga sepeda menjadi banyak digemari, selain itu harga sepeda yang digunakan tidaklah murah.

"Menurut saya, ketika PSBB ini cari sepeda susah, olahraga yang digemari sekarang adalah gowes itu fakta, dan sepedanya harganya bukan "kaleng-kaleng" juga fakta itu," katanya.

Jadi, tambahnya, hal itu menjadi salah satu pemancing jenis kejahatan baru dengan sasaran orang berduit. "Rata-rata, kalau sepedanya bagus berarti yang dibawanya barang-barang mahal, maka hindari itu," kata Agus.

Untuk itu Agus, juga mengimbau para pesepeda untuk tidak menggunakan pakaian atau aksesoris yang mencolok seperti memakai gawai yang dipasang atau digantung di sepeda atau di lengan.

Beberapa kasus begal sepeda terjadi di wilayah Jakarta Selatan, pertama pada Juni 2020, seorang pesepeda yang pulang ke rumahnya pada pukul 02.00 WIB dibegal oleh pengendara sepeda motor di Jalan Panglima Polim.

Kejadian percobaan begal sepeda juga dialami salah seorang artis di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan beberapa hari yang lalu.

Kedua kasus itu juga tengah ditangani Polres Metro Jakarta Selatan untuk pengungkapan.

Baca juga: Polrestro Jaksel bentuk Tim Satgas Anti Begal
Baca juga: Ini empat kiat pesepeda di Ibu Kota agar tak dijambret



 

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemprov DKI tutup 32 kawasan khusus pesepeda

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar