Kemarin kasus aktif COVID-19 turun, angka kesembuhan pasien meningkat

Kemarin kasus aktif COVID-19 turun, angka kesembuhan pasien meningkat

Arsip Foto. Pengendara melintas di depan baliho berisi informasi mengenai protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (14/10/2020). (ANTARA/ARNAS PADDA)

Jakarta (ANTARA) - Pada Kamis (22/10) jumlah akumulatif kasus COVID-19 bertambah 4.432 namun persentase kasus aktif COVID-19 sudah menurun dan tingkat kesembuhan pasien yang terinfeksi virus corona membaik menurut data Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Selain itu ada warta mengenai kekhawatiran sebagian guru untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah serta potensi peningkatan penularan virus corona selama masa libur panjang yang bisa disimak kembali dalam ringkasan berita berikut.

Jumlah akumulatif kasus COVID-19 bertambah 4.432

Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada Kamis (22/10) pukul 12.00 WIB menunjukkan adanya penambahan 4.432 kasus baru sehingga jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Indonesia sejak Maret 2020 sampai sekarang total menjadi 377.541 kasus.

Persentase kasus aktif COVID-19 turun signifikan

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa persentase kasus aktif COVID-19 di Indonesia turun signifikan dari rata-rata 91,26 persen pada Maret menjadi 81,57 persen April 2020.

Persentase kasus aktif terus menurun menjadi 71,35 persen pada Mei; 57,25 persen pada Juni; 44,02 persen pada Juli; 28,26 persen pada Agustus; 23,74 persen pada September; dan 16,8 persen pada 22 Oktober 2020.

Angka kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia di atas standar WHO

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan angka kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia cenderung meningkat meski angka kematian pasien akibat penyakit tersebut masih di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia.

Survei: 76 persen guru khawatir kembali ke sekolah

Survei suara guru yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Predikt menunjukkan bahwa 76 persen guru merasa khawatir kembali ke sekolah selama pandemi COVID-19. Menurut survei, kekhawatiran terbesar para guru adalah terjadinya penularan COVID-19 pada peserta didik (44 persen) dan pada diri sendiri (37 persen).

Satgas COVID-19 ingatkan potensi peningkatan kasus saat libur panjang

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 memperingatkan adanya potensi peningkatan kasus COVID-19 selama masa libur panjang, ketika mobilitas masyarakat meningkat.

 

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Klaster ziarah dan hajatan dominasi kasus COVID-19 di Temanggung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar