Surabaya (ANTARA News) - Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, akan memperingati 100 hari wafatnya mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di pesantren itu Kamis malam nanti (8/4), demikian pengasuh Pesantren Tebuireng KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah) kepada ANTARA di Surabaya, Selasa.

"Tapi, peringatan 100 hari wafatnya Gus Dur akan digelar empat kali," kata Gus Sholah.

Menurut adik kandung Gus Dur itu, peringatan 100 wafatnya Gus Dur yang pertamakali digelar di Masjid Kemayoran Surabaya Rabu malam (7/4).

"Insya Allah, saya akan hadir, lalu pada Kamis paginya (8/4) saya ke Gedung PWNU Jatim untuk acara yang sama. Malam harinya, jadi tuan rumah tahlil di Pesantren Tebuireng," katanya.

Acara serupa akan pula digelar di Ciganjur, Sabtu malam (104/4), kata mantan salah satu Ketua PBNU itu. "Di Pesantren Tebuireng akan diperingati dengan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil," katanya.

Setelah pembacaan Surat Yasin dan Tahlil, acara dilanjutkan dengan beberapa sambutan, diantaranya dari mantan Menteri Agama KH Tholhah Hasan.

"Saya kira, peringatan 100 hari wafatnya Gus Dur juga digelar di tempat lain seperti peringatan 40 hari dan tujuh hari wafatnya pada beberapa waktu lalu, bahkan di luar negeri juga ada," katanya.

Gus Dur yang dilahirkan di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940, meninggal dunia di Jakarta pada 30 Desember 2009, dan kemudian dimakamkan di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang pada 31 Desember 2009. (*)

ANT/AR09

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010