Garut (ANTARA News) - Gara-gara para pejabat di jajaran Pemda Garut tidak berkomunikasi secara efektif, Wakil Bupati Diky Chandra mengaku harus sering memutar otak lebih keras untuk memahami keterangan dari jajaran satuan kerja perangkat daerah.

"Saya saja kerap bingung saat mendapat penjelasan dari jajaran satuan kerja perangkat daerah, sehingga mesti memutarkan otak dahulu untuk memahaminya, apalagi jika yang mendapatkan informasi itu warga di pedesaan," ungkap kata Diky Chandra, di Garut, Jabar.

Untuk itu, kata mantan artis itu, seluruh aparat di lingkungan Pemkab dan Setda Garut harus membenahi proses komunikasinya agar efektif atau mudah dipahami.

"Selalu berkomunikasi dari hati ke hati dan tidak menonjolkan status maupun jabatan apapun, karena kewibawaan itu tak bisa dibuat-buat melainkan dapat nampak dengan sendirinya sebab talenta setiap individu berbeda," katanya.

Menurut dia, jika gaya "mentang-mentang" masih digunakan para atasan saat menyodorkan program ke bawahan dan masyarakat, maka lambat laun sang atasan tidak mendapat dukungan.

"Program keluarga berencana itu sejak dahulu digulirkan tetapi mengapa saat ini tetap berjalan di tempat? hal itu karena pola yang salah dalam berkomunikasi," katanya.

(U.KR-HT/S018/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010