Filosofi Kopi buka kedai baru di Makassar

Filosofi Kopi buka kedai baru di Makassar

Filosofi Kopi. ANTARA/filosofikopi.id.

Jakarta (ANTARA) - Filosofi Kopi membuka kedai keempat di Makassar, cabang pertama di luar pulau Jawa setelah di Jakarta, Semarang dan Yogyakarta.

Rio Dewanto, CEO PT. Filosofi Kopi Mandiri, dan Chicco Jerikho dalam tur virtual menyambangi Filosofi Kopi Makassar, Kamis, menuturkan alasan mengapa ibu kota Sulawesi Selatan itu dipilih untuk membuka cabang baru.

"Setiap buka kedai, kita lihat tempatnya ada soul-nya tidak, kita ingin menghidupkan vibe di kota tersebut," kata Chicco dalam konferensi pers daring, Kamis.

Baca juga: Chicco Jerikho mulai syuting "Filosofi Kopi 3" pada September

Bangunan dua lantai yang jadi tempat pencinta kopi bisa menyesap minuman favoritnya itu dulunya merupakan toko kelontong tua di Makassar. Bangunan yang sudah ada sejak 1920-an langsung menarik perhatian, kata Chicco.

"Ketika pertama kali lihat tempatnya langsung jatuh hati. Cocok nih untuk berfilosofi di sini," ujar Chicco.

Rio menambahkan, Makassar adalah satu tempat yang punya arti besar untuk "Filosofi Kopi" yang pernah syuting di Toraja. Selain itu, dia melihat ada perkembangan kedai kopi, budaya minum kopi dan komunitas kopi yang semakin berkembang setelah film "Filosofi Kopi" dirilis.

"Ketika riset, memang Filosofi Kopi punya fanbase dan market cukup besar di Makassar," imbuh Rio.

Sebetulnya, Filosofi Kopi di Makassar sudah dibuka sejak Maret dan berencana menggelar pembukaan resmi pada April. Namun, pandemi COVID-19 membuat rencana itu buyar. Bahkan hari pertama Filosofi Kopi Makassar beroperasi bertepatan dengan penentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di kota Jakarta.

Kondisi yang serba tak pasti ini menjadi tantangan untuk Filosofi Kopi agar bisa beradaptasi dan tetap bertahan di tengah keterbatasan.

"Kita menyiapkan banyak hal ke depan," ujar Rio.

Kedai di Makassar mengusung konsep interior klasik modern. Ada suasana yang serupa dengan kedai di Melawai, Blok M, namun bangunan di Makassar jauh lebih luas. Bar ditempatkan di tengah lantai satu, sehingga proses pembuatan kopi terpusat di tengah, menjadi inti dari keseluruhan ruang.

Pengunjung juga bisa melihat koleksi Filosofi Kopi Apparel yang tersedia di kedai tersebut.

Di lantai dua, ada beragam pilihan tempat duduk, mulai dari meja panjang, meja kecil hingga balkon. Protokol kesehatan juga diterapkan sehingga jumlah pengunjung dibatasi, serta meja dan kursi satu sama lain diberi jarak.

Tahun depan, Filosofi Kopi akan aktif berekspansi tahun depan. Rio menuturkan, akan ada kedai baru yang dibuka di kota Medan dalam waktu dekat. Selain itu, Filosofi Kopi Ride yang melayani pesan antar dan take away juga akan jadi fokus ke depannya.

"Filosofi Kopi" awalnya hadir dalam bentuk karya sastra dari Dewi Lestari yang kemudian diadaptasi menjadi film layar lebar dengan karakter utama Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto).


Baca juga: Kopi Kuale, filosofi segelas kopi untuk kelestarian mangrove

Baca juga: Putri Marino belum ingin tambah anak

Baca juga: Nostalgia "Filosofi Kopi" lewat konser daring "Wave of Cinema"


 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ratna gencar diperiksa Polda Metro Jaya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar