New York (ANTARA News/AFP) - Harga minyak "rebound" (berbalik naik) pada Senin setelah rencana penyelamatan Uni Eropa-Dana Moneter Internasional satu triliun dolar meredakan kekhawatiran pasar atas krisis utang Eropa, kata para dealer.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni, melompat 1,69 dolar menjadi 76,80 dolar per barel.

Minyak mentah Brent North Sea, London, untuk penyerahan Juni melonjak 1,85 dolar menjadi 80,12 dolar.

"Langkah tajam kenaikan di pasar minyak sebagai jawaban atas berita akhir pekan bahwa ECB dan menteri keuangan zona euro telah menyetujui tambahan ... dana darurat," analis di bank JPMorgan Chase mengatakan dalam laporan.

"Respon kebijakan ini adalah ekspektasi terhadap stabilitas pasar yang telah bergolak oleh ancaman penularan dari krisis pendanaan pemerintah Yunani," kata mereka.

Investor bereaksi positif terhadap kesepakatan paket bantuan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional senilai 750 miliar euro (satu

triliun dolar) pada Senin pagi untuk menyelesaikan krisis utang dan defisit anggaran di Eropa.

Menyusul pengumuman itu, Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa (ECB) dan bank sentral di Jepang, Inggris, Kanada dan Swiss menyatakan bahwa mereka akan campur tangan untuk memastikan bahwa kekurangan dolar tidak terjadi di pasar Eropa.

"Minyak rally tajam karena keyakinan kembali bahwa pemulihan ekonomi global dapat terus," kata Chris Hossain, senior manajer penjualan di ODL Securities, dalam catatan kepada kliennya.

Sedangkan para pelaku pasar minyak percaya paket darurat mungkin cukup untuk mengatasi risiko utang dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kawasan, itu tergantung pada "persyaratan konstitusional nasional," Mike Fitzpatrick, wakil presiden MF Global memperingatkan.

Karena itu, "masih mungkin secara politik tidak bisa dipertahankan, khususnya mengingat ketegangan deflasi negara-negara boros niscaya akan memerlukan rangkulan," katanya.

Minyak telah runtuh lebih dari 10 persen minggu lalu karena pasar diguncang oleh dolar yang lebih kuat, kemerosotan pasar saham dan ketakutan penyakit menular tentang Yunani.

Namun, harga rebound tajam pada Senin karena euro pulih didukung paket penyelamatan finansial besar-besaran Uni Eropa. Yang membuat mata uang dolar lebih murah bagi pemegang mata uang tunggal meningkatkan permintaan minyak mentah.

Mata uang tunggal Eropa melompat di atas 1,30 dolar dari 1,2755 dolar pada Jumat tapi menyusut kembali menjadi sekitar 1,29 dolar.

Pekan lalu, minyak mentah New York jatuh dari puncak tertinggi 19-bulan 87,15 dolar yang tercapai pada 3 Mei di tengah kekhawatiran bahwa krisis di Eropa dapat mengancam pemulihan ekonomi global. (A026/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010