Rekomendasi empat film pendek animasi

Rekomendasi empat film pendek animasi

Film pendek animasi "Sitara: Let Girls Dream" (ANTARA/Ho)

Jakarta (ANTARA) - Menghabiskan waktu dua jam tak akan terasa saat menyaksikan sebuah film dengan cerita yang menarik dan visual menakjubkan. Jika tak memiliki banyak waktu, ada beberapa film pendek namun kaya makna untuk menjadi alternatif pilihan.

Berikut adalah empat film pendek animasi yang bisa disaksikan untuk mengisi waktu luang yang terbatas.

Baca juga: Rekomendasi enam film Korea pemuas hati untuk hiburan akhir pekan

Baca juga: Webtoon "Sweet Home" diadaptasi jadi serial oleh sutradara "Goblin"


"If Anything Happens I Love You"
Film ini mengangkat kisah pilu mengenai sepasang orangtua yang kehilangan anak perempuan mereka dalam peristiwa penembakan di sekolah. Berdurasi 12 menit, Anda akan terbawa dalam sebuah perjalanan visual yang penuh emosi ketika keduanya terlarut dalam kenangan yang menyakitkan, sekaligus berjuang bangkit dari duka yang mendalam.

"Sol Levante"
Jika Anda menyukai pertunjukan visual yang spektakuler, maka film anime "Sol Levante" merupakan tayangan yang tepat. Film karya Akira Saitoh ini menggambarkan tentang seorang prajurit muda yang sedang mencari sebuah tempat suci untuk mengabulkan permintaannya.

Dia pun harus menghadapi para penjaga dan roh kuno dari tempat tersebut. Dikemas dalam resolusi 4K dan menghadirkan visual yang menawan serta efek suara yang mendebarkan, "Sol Levante" akan membuat Anda berharap film ini dapat berdurasi lebih dari empat menit.

"Sitara: Let Girls Dream"
Film animasi asal Pakistan yang menyentuh hati ini mengikuti Pari, seorang gadis berusia 14 tahun yang harus mengubur impiannya sebagai seorang pilot ketika dipaksa untuk menikah di usia dini.

Berdurasi 15 menit, "Sitara: Let Girls Dream" merupakan film tanpa dialog yang memperlihatkan beban sebuah keluarga, sekaligus dampak dari suatu budaya yang membuat anak perempuan kesulitan untuk mewujudkan impian mereka.

"Canvas"
"Canvas" adalah film animasi pendek terbaru Netflix yang bercerita mengenai seorang kakek dengan duka yang mendalam akibat rasa kehilangan. Dia pun harus berjuang mengembalikan hasrat melukisnya dan mencoba menemukan inspirasi baru untuk dapat berkarya. Film ini tayang mulai 11 Desember.



Baca juga: "Money Heist" resmi diadaptasi jadi serial Korea

Baca juga: "MANK" hingga "The Midnight Sky" tayang di Netflix bulan ini

Baca juga: Inggris ingin Netflix perjelas "The Crown" adalah karya fiksi

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bu Tejo viral, ini alasannya kata Pengamat Sosial UI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar