Solo (ANTARA News) - Maestro keroncong Gesang Martohartono (92) sebelum berpulang berpesan kepada masyarakat untuk melestarikan keroncong sebagai bagian dari seni dan budaya Indonesia.

"Pesan terakhir, beliau menyuruh melestarikan keroncong," kata Yani Effendi, anak keponakan Gesang, di Solo, Kamis malam.

Gesang meninggal dunia pada Jumat sekitar pukul 18.10 WIB di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Solo, setelah mendapat perawatan sejak Minggu (16/5) karena sakit.

Jenazah Gesang rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pracimalaya, Makam Haji Surakarta, Sabtu (21/5).

Yani yang menunggui Gesang selama dirawat di rumah sakit itu, mengatakan, sejak Jumat siang Gesang meminta pulang ke rumahnya di Kemlayan, Solo.

Tetapi, katanya, dokter tidak mengizinkan karena kondisinya kesehatannya belum membaik.

Sanak saudara Gesang hingga sekitar pukul 19.15 WIB telah berada di rumah sakit itu. Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Pemerintah Kota Surakarta, Subagyo, juga telah tampak di tempat itu.

Petugas rumah sakit setempat sekitar pukul 19.25 WIB sedang bersiap untuk memandikan jenazah Gesang. (ANT/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010