Tim "LaDub" kawal penghitungan suara manual Pilkada Malang

Tim "LaDub" kawal penghitungan suara manual Pilkada Malang

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang Ali Ahmad (tengah) bersama Juru Bicara Tim Pemenangan LaDub, M Anas Muttaqin (kiri), berfoto bersama usai melaksanakan jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (9/12/2020). (ANTARA/Vicki Febrianto)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang Ali Ahmad meminta kepada seluruh tim pemenangan pasangan calon nomor urut 2 Lathifah Shohib, dan Didik Budi Muljono (LaDub) untuk mengawal ketat tahapan penghitungan suara.

Ali mengatakan bahwa pihaknya memberikan instruksi kepada para saksi untuk lebih ketat pada saat proses penghitungan suara, mulai dari tingkat desa, hingga kabupaten. Diharapkan, tidak ada pelanggaran dalam proses penghitungan tersebut.

"Kami menginstruksikan, agar saksi lebih ketat pada penghitungan berjenjang, dari desa, hingga kabupaten. Saya berharap, pelaksana dan aparat juga konsentrasi penuh, tidak melakukan pelanggaran," kata Ali, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu.

Ali yang kerap disapa Gus Ali tersebut, meminta tim pemenangan pasangan "LaDub" untuk mengawal ketat penghitungan suara manual tersebut, karena berdasarkan hitung cepat yang diselenggarakan Saiful Mujani Research, and Consulting (SMRC), pasangan tersebut unggul tipis.

Baca juga: Paslon "SanDi" unggul dalam hitung cepat JIP-LSI Denny JA

Baca juga: Cabup petahana ajak warga Kabupaten Malang gunakan hak pilih


Dalam hasil hitung cepat SMRC tersebut, pasangan Lathifah-Didik memperoleh suara sebanyak 44,24 persen, pasangan nomor urut 1 Sanusi, dan Didik Gatot Subroto memperoleh suara 43,58 persen, serta Heri Cahyono, dan Gunadi Handoko memperoleh 12,18 persen suara.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Pemenangan LaDub, M Anas Muttaqin mengatakan bahwa pasangan Lathifah Shohib, dan Didik Budi Muljono, dalam hasil hitung cepat SMRC, unggul tipis sebesar 0,66 persen, dari pasangan petahana, Sanusi-Didik.

"Kita unggul tipis dari dua kompetitor kita. Kita unggul sekitar 0,66 persen," kata Anas.

Anas menambahkan, sejak awal pihaknya telah memprediksi bakal terjadi pertarungan ketat untuk menentukan pemimpin Kabupaten Malang tersebut.

Pada Pilkada Malang 2020, diikuti oleh tiga pasangan calon. Pasangan calon pertama adalah Sanusi, dan Didik Gatot Subroto (SanDi), yang merupakan pasangan petahana, dan diusung oleh enam partai politik. Pasangan tersebut, merupakan pasangan calon nomor urut 1.

Enam partai politik tersebut adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Nasdem, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sementara untuk pasangan nomor urut 2 adalah Lathifah Shohib, dan Didik Budi Muljono (LaDub) yang diusung oleh dua partai politik yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), bersama Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Terakhir, adalah pasangan Heri Cahyono, dan Gunadi Handoko (Malang Jejeg) yang merupakan pasangan dari jalur perseorangan yang lolos dalam tahapan verifikasi faktual dukungan perbaikan, dan merupakan pasangan calon nomor urut 3.

Baca juga: Seorang pemilih di Kabupaten Malang meninggal saat akan mencoblos

Baca juga: Warga Kabupaten Malang jalani isolasi mandiri salurkan hak pilih


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Unggul hitung cepat, cabup Malang petahana akan rangkul 2 paslon lain

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar