Vietnam sesalkan sanksi AS atas perdagangan terkait Iran

Vietnam sesalkan sanksi AS atas perdagangan terkait Iran

Dokumentasi - Anggota kru mengibarkan bendera Iran di kapal minyak Iran Adrian Darya 1, sebelum dinamai Grace 1, saat berlabuh setelah Mahkamah Agung wilayah Inggris mencabut perintah penahanan, di Selat Gibraltar, Spanyol, Minggu (18/8/2019). REUTERS/Jon Nazca/djo/ama .

Hanoi (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Vietnam pada Kamis menyatakan menyesalkan keputusan Amerika Serikat untuk memberikan sanksi pada perusahaan Vietnam terkait dengan pengangkutan produk minyak bumi dari Iran.

"Hubungan perdagangan antara Vietnam dan Iran benar-benar bersifat sipil dan melibatkan barang-barang yang akan melayani kebutuhan esensial rakyat serta tidak bertentangan dengan resolusi PBB," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Le Thi Thu Hang, dalam acara jumpa pers harian.

Departemen Keuangan AS pada Rabu (16/12) memberlakukan sanksi terhadap sejumlah perusahaan global, dan menuduh mereka mendukung penjualan produk petrokimia Iran saat Washington meningkatkan tekanan pada Teheran pada hari-hari penutupan masa jabatan Presiden Donald Trump.

Vietnam Gas and Chemicals Transportation Corp menjadi sasaran sanksi karena hubungannya dengan transaksi signifikan untuk pengangkutan produk minyak bumi dari Iran, kata Departemen Keuangan AS.

Jubir Kemenlu Vietnam Hang mengatakan Vietnam sepenuhnya mematuhi resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menangani setiap pelanggaran sesuai aturan.

Hang menambahkan bahwa Vietnam berharap AS akan mencabut sanksi terhadap perusahaan Vietnam itu.

Vietnam Gas and Chemicals Transportation Corp belum menanggapi permintaan komentar.

Amerika Serikat pada Rabu juga menjatuhkan sanksi pada sejumlah perusahaan yang berbasis di China dan Uni Emirat Arab.

Sumber: Reuters

Baca juga: Menlu Iran: Biden dapat cabut sanksi dengan "tiga perintah eksekutif"

Baca juga: Menteri: Industri minyak Iran tak akan menyerah pada tekanan AS


 

Empat bulan kandas di perairan Batam, kapal Iran belum bisa dipindahkan

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar