BMKG: Potensi banjir bandang terjadi di Konawe, Konut hingga Kolut

BMKG: Potensi banjir bandang terjadi di Konawe, Konut hingga Kolut

Dokumentasi - Pengendara menerobos banjir di jalan trans sulawesi yang terendam banjir di Kecamatan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (17/7/2020). Jalan trans sulawesi penghubungan Sulawesi Tenggara-Sulawesi Tengah rusak akibat banjir luapan sungai konaweha. ANTARA FOTO/Jojon.

Kendari (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatogi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan potensi banjir bandang terjadi di tiga kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara, yakni Konawe, Konawe Utara hingga Kolaka Utara pada Januari 2021 mendatang.

Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Konawe Selatan (Konsel) Aris Yunatas mengatakan, ketiga daerah tersebut berpotensi mengalami dampak bencana hidrometeorologi karena miliki historis pernah dilanda banjir bandang yang merendam rumah dan lahan pertanian warga.

"Berdasarkan hasil pengamatan, khusus untuk di Kabupaten Konawe Utara dan Kolaka Utara itu mempunyai trend history curah hujan yang tinggi," kata Aris saat diwawancara via telepon selulernya, di Kendari, Senin.

Penyebab kedua, kata dia, potensi terjadi bencana banjir dan tanah longsor di kedua daerah tersebut karena mempunyai topografi yang daerahnya berada di lembah.

Baca juga: Akibat abrasi Sungai Konaweeha, 11 rumah warga dibongkar paksa

Baca juga: Pengungsi korban banjir di Konawe mulai terserang penyakit


"Sehingga di saat terjadi alih fungsi lahan ini menyebabkan bisa terjadinya banjir bandang atau bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor itu potensinya besar terjadi di wilayah tersebut," ujar Aris.

Sementara di Kabupaten Konawe terdapat sungai terbesar di Sultra, yakni Sungai Konaweeha yang setiap musim penghujan tiba selalu meluap mengakibatkan banjir khususnya daerah yang berada di kawasan aliran sungai tersebut.

Ia menjelaskan selain beberapa hal tersebut yang menyebabkan potensi terjadinya banjir kategori tinggi di tiga daerah tersebut akibat adanya fenomena La Nina yang bisa menyebabkan beberapa dampak bencana hidrometeorologi, tanah longsor sehingga perlu diwaspadai dan diantisipasi sejak dini.

"Pada saat musim hujan saja sudah banjir dan bencana hidrometeorologi, ditambah lagi sekarang ada yang namanya La Nina yang perlu kita waspadai, sehingga potensi bencana hidrometeorologi cukup besar," ujar dia.

Fenomena La Nina menambah jumlah curah hujan, sehingga ketika memasuki musim penghujan maka intensitas hujan juga akan semakin tinggi.

BMKG meminta pemerintah daerah kabupaten/kota untuk memitigasi potensi bencana banjir dan tanah longsor di awal tahun 2021, khususnya tiga kabupaten tersebut sehingga tidak ada korban jiwa dan meminimalisir kerugian materiil.*

Baca juga: Banjir di Konawe Sultra meluas ke 62 desa

Baca juga: BPBD sebut jumlah pengungsi banjir Konawe menjadi 4.422 jiwa

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BPBD Lumajang waspadai potensi banjir lahar dingin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar