FKICI minta pemerintah lakukan penyempurnaan regulasi keolahragaan

FKICI minta pemerintah lakukan penyempurnaan regulasi keolahragaan

Sejumlah remaja mengikuti latihan di salah satu klub pembinaan olahraga Taekwondo di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (12/12/2020). Setelah tidak beraktivtas akibat pandemi COVID-19, sejumlah klub pembinaan olahraga di wilayah itu kembali dibuka dan melaksanakan latihan dengan menerapkan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/hp.

Jakarta (ANTARA) - Forum Komunikasi Induk Cabang Olahraga Indonesia (FKICI) meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melakukan penyempurnaan regulasi keolahragaan terutama untuk single event.

"Bahwa opini yang ada selama ini di pihak Kemenpora dukungan atas proses peningkatan prestasi olahraga Indonesia lebih cenderung dukungan kepada keikutsertaan atlet pada kegiatan multi event seperti Olimpiade Asian Games, Asian Beach Games serta SEA Games," kata perwakilan FKICI, Renaldi Duyo dalam keterangan resminya, Rabu.

"Sementara kegiatan yang single event seperti kejuaraan dunia, Asia maupun regional selama ini kurang mendapat perhatian," jelas Renaldi yang selaku Sekjen PB Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) itu.

Baca juga: Menpora: PSSI usulkan TC jangka panjang untuk Piala Dunia U-20
Baca juga: Indonesia bakal punya laboratorium anti-doping di Solo


Renaldi yang ditunjuk sebagai juru bicara FKICI mengatakan penyempurnaan regulasi keolahragaan dalam hal ini adalah perundang-undangan beserta turunannya baik regulasi menyangkut teknis keolahragaan maupun yang menyangkut dukungan anggaran yang memadai bagi pelaksanaan proses pembinaan prestasi olahraga nasional.

Penyempurnaan yang dimaksud adalah selain mengubah kandungan regulasinya juga menambahkan atau menyederhanakan termasuk meniadakan regulasi teknis yang dianggap berlebihan dan tidak memberikan ruang fleksibel dalam mendukung proses pembinaan prestasi olahraga.

"Proses kompetisi prestasi yang sangat ketat adalah di single event sehingga hal ini perlu diluruskan agar secara keseluruhan proses peningkatan prestasi dapat seirama dengan apa yang dílakukan oleh induk cabang olahraga Indonesia," kata Renaldi menegaskan.

Dalam kesempatan diskusi daring yang berlangsung selama 3 jam itu, FKICI juga menyarankan Menpora Zainudin Amali dapat secara rutin melakukan komunikasi atau pertemuan dengan seluruh induk cabang olahraga yang ada.

Selama ini, kata Renaldi, induk cabang olahraga merasa kesulitan untuk melakukan audiensi dengan menpora yang sebenarnya telah ada tradisi rutin dilakukan oleh beberapa menpora sebelumnya yang salah satu tujuannya untuk mendengar dan menerima langsung masukan dari para pengurus induk cabang olahraga dalam rangka bersinergi untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

Diskusi secara daring itu diikuti 15 cabang yaitu PP IJBA (Jet ski), PP Persambi (Sambo), PB Porlasi (Layar), PP PTMSI (Tenis Meja), PB IPSI (Pencak Silat), PB JI (Jujitsu), PB FOPI (Petanque), PB PODSI (Dayung), PB PERSANI (Senam), PB POBSI (Biliard), PB PERBASI (Basket), PB Perkemi (Kempo), PB MPI (Modern Pentathlon), PB Pelti (Tenis Lapangan) dan PB Porgatsi (Gateball).

Baca juga: KOI salurkan dana bantuan kepada 11 cabang Olimpiade
Baca juga: Breakdancing dipilih Olimpiade Paris untuk pikat generasi muda

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Indonesia raya berkumandang di arena jetski Ancol

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar