Wall Street berakhir menguat, Indeks Dow Jones terangkat 167,71 poin

Wall Street berakhir menguat, Indeks Dow Jones terangkat 167,71 poin

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/Reuters/pri.

New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi dalam perdagangan berombak pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor memanfaatkan kemerosotan sesi sebelumnya untuk membelinya kembali, menjelang hasil pemilihan putaran kedua Senat di negara bagian Georgia, yang akan menentukan keseimbangan kekuasaan di Washington.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 167,71 poin atau 0,55 persen menjadi ditutup di 30.391,60 poin. Indeks S&P 500 naik 26,21 poin atau 0,71 persen, menjadi berakhir di 3.726,86 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 120,51 poin atau 0,95 persen menjadi 12.818,96 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan energi melonjak 4,53 persen didukung oleh harga minyak yang lebih tinggi, sementara perawatan kesehatan dan material mencapai rekor tertinggi baru. Sektor real estat kehilangan 0,08 persen, satu-satunya kelompok yang menurun.

Baca juga: Harga emas naik lagi 7,8 dolar, ditopang pelemahan "greenback"

Secara keseluruhan para analis memperkirakan pasar saham akan mengkonsolidasikan keuntungan Desember pada Januari, karena para manajer aset berusaha menyeimbangkan kembali portofolionya yang telah sangat condong ke arah ekuitas.

Pemilihan putaran kedua di Georgia, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/1/2021), akan menentukan partai mana yang memiliki kendali atas Senat AS, yang saat ini bersandar pada Partai Republik. Jajak pendapat terbaru dari situs data 538 memberikan sedikit keunggulan pada dua penantang Demokrat.

Seiring dengan mayoritas tipis mereka di Dewan Perwakilan, "sapuan biru" Kongres dapat mengantarkan stimulus fiskal yang lebih besar. Ini juga bisa membuka jalan bagi Presiden terpilih Joe Biden untuk mendorong regulasi perusahaan yang lebih besar dan pajak yang lebih tinggi.

Baca juga: Harga minyak melonjak, dipicu hasil pertemuan OPEC dan ketegangan Iran

“Memiliki pemerintahan yang terpecah adalah yang umumnya diinginkan investor, apakah anda seorang Demokrat atau Republik. Investor lebih memilih check and balances,” kata Kepala Investasi Cresset Capital Management, Jack Ablin, di Chicago.

"Saya rasa: kita mungkin mendapatkan kejelasan seputar hasilnya besok, jadi mengapa berinvestasi hari ini ?," tambahnya.

Meskipun dimulainya peluncuran vaksin dan dukungan moneter besar-besaran mendorong indeks saham utama AS ke level rekor baru-baru ini, penemuan varian yang lebih menular dari Virus Corona dan pembatasan baru terkait virus telah mengaburkan prospek ekonomi.

Inggris, tempat varian baru pertama kali muncul, memulai penguncian nasional ketiganya, sementara New York pada Senin (4/1/2020) menemukan kasus pertama mutasi Virus Corona yang sangat menular.

Baca juga: Saham Inggris menguat lagi, Indeks FTSE 100 naik 0,61 persen

Dalam hal data ekonomi, saham AS mendapat dorongan dari survei oleh Institute of Supply Management, yang menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur AS naik ke level tertinggi dalam hampir 2,5 tahun pada Desember, kemungkinan karena peningkatan infeksi baru COVID-19 menarik permintaan dari layanan ke barang.

Pembuat chip Micron Technology Inc melonjak 4,3 persen setelah Citigroup menaikkan peringkat sahamnya menjadi "beli" di tengah ekspektasi pemulihan permintaan dan harga untuk chip DRAM.

Saham China Telecom Corp Ltd dan China Mobile Ltd yang tercatat di AS masing-masing melonjak 8,8 persen dan 9,3 persen, sedangkan China Unicom Hong Kong Ltd melambung 11,8 persen setelah NYSE membatalkan keputusannya untuk menghapus saham-saham mereka.

Baca juga: Menko Airlangga harap makin banyak perusahaan cari dana di pasar modal

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penutupan perdagangan, ini capaian BEI sepanjang 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar