CORE: Konsolidasi Gojek-Tokopedia tak ciptakan monopoli pasar digital

CORE: Konsolidasi Gojek-Tokopedia tak ciptakan monopoli pasar digital

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) bersama Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang (kiri) dan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (kedua kanan) menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada mitra platfom digital di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Pemerintah menggandeng platfom digital (Gojek, Grab Indonesia, Tokopedia dan Shopee) untuk memperluas penyaluran KUR kepada UMKM yang berperan dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja pada masa pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai rencana merger dua startup berstatus decacorn dan unicorn yaitu Gojek dan Tokopedia tidak akan menciptakan monopoli di pasar digital Indonesia.

Piter menyatakan merger antara Gojek dan Tokopedia merupakan langkah strategis dan taktis karena aksi ini dilakukan oleh dua entitas bisnis yang memiliki segmen usaha berbeda yaiti Gojek berfokus pada bisnis ride-hailing sedangkan Tokopedia mengoptimalkan pasar e-commerce.

"Merger itu (Gojek-Tokopedia) jika terwujud tidak akan menciptakan monopoli. Mereka berada disegmen bisnis yang berbeda. Justru ini akan saling melengkapi dan itu strategi yang sangat taktis dalam menghadapi pandemi ini,” kata Piter dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Kembangkan SDM ekonomi digital, pemerintah gandeng Tokopedia, Bukalapak, Gojek

Tak hanya itu, Piter mengatakan hadirnya perusahaan baru hasil merger ini tidak akan menciptakan barrier to entry yang tinggi bagi potensi masuknya pemain baru baik yang akan menggarap ceruk pasar baru atau berkompetisi di bidang sama dengan perusahaan hasil gabungan Gojek dan Tokopedia.

Ia menjelaskan dalam bisnis berbasis digital seperti Gojek dan Tokopedia barrier to entry yang biasanya membayangi setiap aksi merger perusahaan itu kelihatannya relatif rendah.

Menurutnya, meskipun mereka akan menjadi market leader dan memiliki market share yang cukup besar namun hal tersebut tidak akan memicu persaingan tidak sehat.

Baca juga: Akan ada unicorn dan decacorn baru Indonesia tahun ini

"Sekarang saja meskipun keduanya sudah besar kita masih bisa melihat adanya pemain sejenis yang menggarap segmen tertentu,” ujarnya.

Piter optimis bahwa aksi merger dua start up ini akan mampu membawa banyak manfaat terutama bagi pertumbuhan UMKM dan pasar digital Indonesia.

Hal tersebut didukung oleh fakta bahwa kedua perusahaan yang memiliki valuasi masing-masing 10,5 miliar dolar AS dan 7,5 miliar dolar AS itu selama ini selalu mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai lini bisnis yang dioperasikannya.

“Kita sudah lihat bagaimana orang dengan modal Rp500 ribu bisa mulai berdagang di Tokopedia. Itu artinya merger kedua perusahaan itu tidak akan mematikan UMKM namun sebaliknya justru memberikan ruang bagi UMKM untuk tumbuh,” jelasnya.

Dalam Tokopedia terdapat sekitar 10 juta mitra serta lebih dari 1 juta mitra UMKM yang bergabung di Gojek di luar 1,5 juta mitra driver Gojek yang melayani jasa transportasi dan pengantaran secara daring.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Banjarbaru ajak pelaku UMKM tingkatkan penjualan melalui media digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar