Dorong produksi udang, industri kincir dan pompa air disiapkan

Dorong produksi udang, industri kincir dan pompa air disiapkan

Ilustrasi - Petambak memberi pakan udang vanamei di lahan tambak Desa Singajaya, Indramayu, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/wsj/pri.

Hari ini kita kembali berkumpul untuk menindaklanjuti rencana aksi terkait sarana dan prasarana penunjang industri perikanan budidaya, khususnya terkait peningkatan produksi udang kita secara nasional. Aksi nyata ini direalisasikan dengan rencana ter
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tengah berkoordinasi untuk menyiapkan industri kincir air dan pompa air untuk mendorong produksi udang nasional.

"Kita menindaklanjuti rencana aksi terkait sarana dan prasarana penunjang industri perikanan budidaya, khususnya terkait peningkatan produksi udang secara nasional. Aksi nyata ini direalisasikan dengan rencana terkait industri kincir air dan pompa air buatan dalam negeri untuk membantu peningkatan produksi perikanan  budi daya," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Koordinasi dilakukan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Maritim dan Investasi Safri Burhanuddin  bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), dan PT Kelola Mina Laut pada Senin (11/1).

Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya merupakan lembaga pendidikan yang melakukan riset terkait kincir air dan pompa air. Safri mendorong pengembangan dua alat tersebut menjadi produk karya anak bangsa.

"Nantinya produk ini bisa direalisasikan dan digunakan oleh industri tambak perikanan budidaya secara massal," imbuhnya.

Presiden Joko Widodo menjadikan industri perikanan budidaya masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, khususnya mengenai revitalisasi tambak di sektor udang dan bandeng.

Produksi udang nasional pada tahun 2024 ditargetkan sebesar 1.290.000 ton dengan nilai produksi Rp90,3 triliun dan dengan luas lahan 120.400 hektare.

Untuk bisa mencapai target yang ditentukan, diperlukan langkah-langkah yang tepat dan salah satunya dengan melakukan pengembangan kincir air dan pompa air karya anak bangsa.

Pada tahun 2020, proses membangun kincir air dan pompa air untuk meningkatkan produksi udang nasional sudah sampai pada tahap riset oleh Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo.

Pada tahun ini, hasil riset tersebut akan direalisasikan dan nantinya diproduksi oleh BUMN, seperti PT Barata Indonesia.

"Rencana aksi sudah disusun dengan teman-teman dari PT. Barata Indonesia. Modelnya juga sudah ada dan kita bisa langsung coba di lapangan," ungkap Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo Hery Riady.

Sementara itu perwakilan PT Barata Indonesia Sony Diantara menyatakan kerja sama siap dilaksanakan.

"Kami rencanakan di Februari, setelah nota kesepahaman disepakati, nanti tinggal gambar dari desain kincir air dan pompa air tersebut diberikan kepada kami supaya nanti kami bisa membuat prototype (purwarupa)-nya," katanya.

Direncanakan pada bulan Februari 2021, proyek tersebut dapat dilakukan uji coba di beberapa kawasan tambak udang dan di presentasikan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri KKP, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Menteri BUMN pada bulan Maret 2021.

Baca juga: Kemenperin apresiasi kinerja industri pompa air nasional

Baca juga: Produksi udang nasional capai 45 persen dari target

Baca juga: KKP genjot produksi udang nasional di tengah COVID-19

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar