Berkas perkara tersangka AT pelaku pembobol dana Winda Earl sudah P21

Berkas perkara tersangka AT pelaku pembobol dana Winda Earl sudah P21

Dokumentasi - Atlet e-sport, Winda D. Lunardi alias Winda Earl (tengah) di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2020). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Telah dilakukan koordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU), untuk tahap II (pengiriman tersangka dan barang bukti) direncanakan pekan ketiga Januari 2021
Jakarta (ANTARA) - Berkas perkara tersangka Kepala Cabang Maybank Cipulir, AT terkait kasus pembobolan dana nasabah Maybank, Winda Lunardi alias Winda Earl, dinyatakan lengkap atau P21.

Berkas tahap I dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum pada 18 Desember 2020. Selanjutnya tersangka AT dan barang bukti akan segera diserahkan ke JPU atau penyerahan tahap II untuk penjadwalan sidang.

"Telah dilakukan koordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU), untuk tahap II (pengiriman tersangka dan barang bukti) direncanakan pekan ketiga Januari 2021," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Helmy mengatakan sejauh ini belum ada tersangka baru dalam kasus ini. Penyidik Bareskrim masih terus mendalami tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka AT. "Saat ini masih melakukan asset tracing (pelacakan aset)," kata Helmy.

Baca juga: Polisi periksa ahli perbankan ungkap raibnya tabungan Winda Earl

Baca juga: Penyidik selidiki kaitan Ayah Winda Earl dengan Kacab Maybank Cipulir


Sebelumnya atlet e-sport Winda Lunardi alias Winda Earl melaporkan kasus kehilangan uang di tabungan Maybank ke Bareskrim pada Mei 2020. Laporan korban terdaftar dengan nomor LP/B/0239/V/2020/Bareskrim tertanggal 8 Mei 2020. Status laporan kemudian naik dari penyelidikan ke penyidikan per Oktober 2020.

Pada 7 November 2020, penyidik menetapkan AT sebagai tersangka. AT yang juga Manajer Bisnis Maybank itu membobol uang Winda Earl sebanyak Rp22 miliar dan menyerahkan ke temannya untuk investasi. Penyidik telah menyita aset tersangka berupa mobil, tanah dan bangunan.

Atas perbuatannya, tersangka AT dijerat dengan Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan dengan ancaman hukuman pidana penjara delapan tahun atau denda maksimal Rp100 miliar. Kemudian Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Baca juga: Kacab Maybank Cipulir tersangka kasus tabungan hilang Rp22 miliar

Baca juga: Tabungan Rp20 miliar raib atlet e-sport tanya "update" kasus ke polisi

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar