Danrem: Banjir Kalsel akibat curah hujan yang tinggi

Danrem: Banjir Kalsel akibat curah hujan yang tinggi

Tangkapan layar Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Brigjen TNI Firmansyah saat konferensi pers secara virtual. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

beberapa jembatan sudah bisa diperbaiki satu persatu
Jakarta (ANTARA) - Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Brigjen TNI Firmansyah mengatakan banjir yang melanda provinsi setempat terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi rentang November 2020 hingga Januari 2021

"Curah hujan secara keseluruhan di Kalimantan Selatan kondisinya menengah hingga tinggi," kata dia saat konferensi pers terkait perkembangan penanganan banjir di Kalimantan Selatan secara daring yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), seminggu terakhir hampir setiap harinya hujan terus mengguyur Kalsel secara keseluruhan.

Namun, tiga hari terakhir kondisi cuaca cukup cerah. Diharapkan kondisi itu terus bertahan dan air segera surut sehingga penanganan korban banjir juga lebih cepat dan mudah.

Menurut data BMKG, hingga akhir Januari curah hujan diperkirakan masih cukup tinggi terutama di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tapin.

"Ini akan menjadi kendala apabila kondisi seperti sekarang ini yang sudah mulai cerah tiba-tiba hujan turun lagi," katanya.

Baca juga: Banjarmasin gratiskan layanan kesehatan RS bagi warga terdampak banjir

Baca juga: Curah hujan tinggi jadi penyebab banjir Kalsel


Secara umum banjir yang terjadi di Kalsel melanda 11 kabupaten dan kota yang terdiri dari 70 kecamatan. Akibatnya, sebanyak 120.284 kepala keluarga, 342.987 jiwa ikut terdampak.

"Hingga hari ini korban yang meninggal dilaporkan 21 jiwa dan enam korban hilang," ujar dia.

Selain itu, data terbaru yang dilaporkan sebanyak 63.608 jiwa terpaksa mengungsi di berbagai tempat yang disiapkan pemerintah dan relawan.

Terkait infrastruktur, sebanyak 66.768 rumah warga terendam banjir. Kemudian 18.294 meter jalan raya ikut terdampak, 21 jembatan rusak, 110 rumah ibadah dan 76 bangunan sekolah.

"Alhamdulillah beberapa jembatan sudah bisa diperbaiki satu persatu. Namun ada dua jembatan yang kondisinya parah," ujar dia.

Baca juga: Basarnas fokus menyisir tiga wilayah paling terdampak banjir di Kalsel

Baca juga: 11 dapur umum layani kebutuhan pangan korban banjir Kalsel

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemulihan sektor pertanian Kalsel pasca banjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar