Dalam sepekan, pasar saham Australia naik 1,27 persen

Dalam sepekan, pasar saham Australia naik 1,27 persen

Bursa saham Australia, ASX. ANTARA/Reuters

Secara individu, saham Afterpay terkoreksi paling besar
Sydney (ANTARA) - Pasar saham Australia naik 1,27 persen dalam sepekan ini, meskipun pada Jumat ditutup lebih rendah.

Pada penutupan pasar, Jumat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 23,30 poin atau 0,34 persen menjadi 6.800,40, sedangkan indeks All Ordinaries turun 28,20 poin atau 0,40 persen menjadi 7.078,90.

"Pergerakan hari ini yang lebih tenang dapat dikaitkan dengan pelemahan dari sektor-sektor seperti keuangan, energi, material dan TI yang sebagian besar diimbangi oleh perbaikan di antara saham-saham sektor perawatan kesehatan, serta sektor kebutuhan pokok dan konsumer tertentu," kata analis pasar CommSec James Tao, dikutip dari Xinhua.

"Secara individu, saham Afterpay terkoreksi paling besar."

Baca juga: Bursa Australia dibuka melemah, terseret kerugian sektor energi

Saham perusahaan penyedia layanan "beli sekarang, bayar kemudian" yang terbesar di Australia, Afterpay, merosot 5,15 persen, menyeret sektor teknologi lebih rendah.

Di sektor keuangan, bank-bank besar tergelincir dengan Commonwealth Bank turun 0,27 persen, National Australia Bank turun 0,74 persen, Westpac Bank turun 0,18 persen, dan ANZ turun 0,40 persen.

Saham pertambangan merosot dengan BHP turun 1,89 persen, Rio Tinto turun 2,10 persen, Fortescue Metals turun 2,21 persen, dan penambang emas Newcrest turun 1,47 persen.

Produsen minyak dan gas negara itu anjlok dengan Oil Search turun 2,03 persen, Santos turun 2,57 persen, dan Woodside Petroleum turun 1,45 persen.

Supermarket terbesar Australia menguat dengan Coles naik 0,44 persen dan Woolworths naik 1,12 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra melonjak 0,95 persen, maskapai nasional Qantas tidak berubah dan perusahaan biomedis CSL melonjak 2,17 persen.

Baca juga: Saham Hong Kong lanjutkan penurunan, indeks HSI tergerus 0,40 persen
Baca juga: Saham Tokyo dibuka merosot, setelah Nikkei sentuh tertinggi 30 tahun


Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar