PT Rekind komitmen selesaikan proyek strategis di tengah pandemi

PT Rekind komitmen selesaikan proyek strategis di tengah pandemi

Salah satu proyek strategis nasional yang dikerjakan PT Rekayasa Industri (Rekind) ANTARA/HO-PT Rekind.

Jakarta (ANTARA) - PT Rekayasa Industri (Rekind) perusahaan Engineering, Procurement, Construction (EPC) milik negara itu menyatakan komitmen untuk menyelesaikan proyek-proyek stretagis nasional yang saat ini dikerjakannya meskipun di tengah pandemi COVID-19.

Dirut Rekind Alex Dharma Balen menyatakan, saat ini ada 3 proyek strategis nasional yang melibatkan Rekind yakni Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik PT Pertamina (Persero), Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) yang juga milik PT Pertamina (Persero) dan dikelola PT PEPC di Bodjonegoro, Jawa Timur, serta Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok 2 x 50 MW CFSPP, milik PT PLN (Persero).

"Banyak harapan yang disampaikan agar proyek-proyek strategis itu dapat segera beroperasi maksimal guna memenuhi kebutuhan energi nasional," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Rekind raih penghargaan Branding The Innovation 2020

Dalam situasi pandemi sekarang ini, lanjutnya, memang tidak mudah dan banyak tantangan yang harus dihadapi, namun Rekind tetap berupaya agar seluruh proyek yang dikerjakan melahirkan hasil maksimal dan terbaik.

Dengan komitmen yang ditetapkan, menurut Alex, sejumlah proyek stretagis yang dikerjakan anak usaha PT Pupuk Indonesia tersebut mampu melampaui milestone (tahapan) yang ditetapkan.

Di pengujung 2020 Rekind yang tergabung dalam Joint Operation (JO) di Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menyelesaikan pekerjaan Tie In untuk Fire Water Line sebanyak 5 titik dari kurang lebih 150 Tie In yang merupakan scope pekerjaan OSBL (Outside Battery Limit).

Baca juga: Rekind tuntaskan pengerjaan proyek pabrik CO2 cair Pupuk Kujang

Dalam proyek ini pengerjaan JO difokuskan pada sejumlah aspek pengerjaan, diantaranya mengolah residu (produk dengan nilai rendah) menjadi BBM berkualitas tinggi dan meningkatkan kualitas bakar diesel/solar dengan mengurangi kandungan sulfur, sehingga lebih ramah lingkungan.

Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas bensin lebih ramah lingkungan serta menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan oktan tinggi.

Melalui JO ini Rekind juga berhasil memindahkan 2 unit boiler berbobot 400 ton sesuai target dan zero accident.

Sebelumnya, di Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok 2 x 50 MW CFSPP, Rekind juga melaksanakan pengangkatan (Lifting) Steam Drum Boiler Unit 1. Progres ini merupakan milstone pertama untuk Unit Pressure Part dalam proyek yang terletak di Timur Pulau Lombok tersebut.

"Dengan komitmen dan konsistensi seperti ini penyelesaian proyek sesuai dengan waktu yang telah disepakati dapat terwujud dengan baik," tambah SVP Corporate Secretary & Legal Rekind Edy Sutrisman.

 

Pewarta: Subagyo
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

TKA Proyek Strategis Nasional dilarang masuk RI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar