Gambia janji bakal ungkap identitas pelanggar karantina COVID

Gambia janji bakal ungkap identitas pelanggar karantina COVID

Ilustrasi - Virus Corona 2019, penularan virus atau bakteri terbanyak dari konsep sentuhan tangan. ANTARA/Shutterstock/pri.

Banjul (ANTARA) - Sebanyak 40 orang di Gambia yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam sepekan terakhir menolak mengisolasi diri atau kabur dari pusat pengobatan, menurut Kementerian Kesehatan pada Selasa.

Otoritas berjanji bakal mengungkap identitas mereka yang melanggar aturan kesehatan.

Disebutkan pula bahwa sejumlah besar pendatang, yang berasal dari lokasi sarang  COVID-19, yang baru saja tiba di bekas koloni Inggris itu tidak mengikuti protokol kesehatan atau melaporkan tes COVID-19 wajib.

Ketidakpatuhan akan mengacaukan upaya pencegahan virus di negara kecil Afrika Barat tersebut, yang pada awal Januari mencatat dua kasus pertama varian baru COVID-19 yang muncul di Inggris.

Semua orang yang berkepentingan harus langsung melapor ke otoritas kesehatan, kata kementerian, "ketidakpatuhan yang akan menimbulkan dampak serius, mencakup publikasi nama dan informasi identitas".

Tingkat kematian COVID-19 Afrika naik secara mengerikan menjadi 2,5 persen, melebihi level dunia 2,2 persen untuk pertama kalinya, menurut badan pengendalian penyakit Afrika pekan lalu.

Gambia, yang tingkat kematiannya bahkan lebih tinggi - sekitar 3,2 persen - mencatat lebih dari 4.000 kasus dan 128 korban meninggal karena COVID-19.

Sumber: Reuters

Baca juga: Gambia catat dua kasus pertama varian COVID Inggris
Baca juga: Tiga menteri Gambia positif virus corona

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Indonesia latih protokol Gambia sambut KTT-OKI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar