Saham Singapura ditutup untung, Indeks Straits Times naik 0,05 persen

Saham Singapura ditutup untung, Indeks Straits Times naik 0,05 persen

Ilustrasi: Pergerakan Indeks Straits Times, Bursa Saham Singapura (Reuters)

Secara teknis, Indeks Straits Times tampak masih berada dalam pergerakan kisaran jangka pendek dengan level resisten 2.950 poin dan level support pada 2.840 poin
Singapura (ANTARA) - Saham Singapura ditutup naik tipis 0,05 persen hari Jumat, karena investor menunggu data lapangan pekerjaan AS untuk Januari yang akan dirilis hari ini.

Bursa saham AS melanjutkan kenaikan hingga hari keempat pada hari Kamis setelah data menunjukkan klaim pengangguran turun ke level terendah sejak November, dan sejumlah analis memperkirakan pasar tenaga kerja akan bertambah sekitar 100.000 pekerjaan pada Januari setelah penurunan 140.000 pada Desember.

Sementara itu harga minyak mentah naik di Asia karena prospek ekonomi yang optimis, penurunan persediaan dan keputusan produsen minyak utama untuk tetap mengurangi produksi.

Baca juga: IHSG akhir pekan ditutup melambung, ditopang data positif ekonomi RI

Baca juga: Rupiah akhir pekan melemah, dipicu kekhawatiran naiknya kasus COVID-19


Maybank-Kim Eng Retail Research mengatakan, "Secara teknis, Indeks Straits Times tampak masih berada dalam pergerakan kisaran jangka pendek dengan level resisten 2.950 poin dan level support pada 2.840 poin."

Indeks acuan Singapura Straits Times naik tipis 1,53 poin (0,05 persen) menjadi 2.907,11 poin. Volume perdagangan 1,77 miliar saham senilai 1,15 miliar dolar Singapura. Jumlah saham yang naik melebihi jumlah yang turun dengan 244 banding 204.

GuocoLand naik 0,64 persen menjadi 1,57 sen Singapura. Laba bersih setengah tahun perusahaan itu anjlok 69 persen tahun ke tahun menjadi 22,9 juta dolar Singapura karena beban pajak yang lebih tinggi yang timbul dari pembuangan bahan sisa bangunan budaya dalam proyek Kota Guoco Changfeng di Shanghai.

Baca juga: Saham China akhir pekan ditutup menguat, ditopang pemulihan ekonomi

Pendapatan setengah tahun perusahaan itu juga jatuh 44 persen tahun ke tahun menjadi 319,6 juta dolar Singapura karena penurunan penjualan dari proyek-proyek perumahan Singapura.

Saham perusahaan UOB naik tertinggi sebesar 0,43 persen menjadi 23,54 dolar Singapura, sementara Jardine Matheson menjadi salah satu yang paling merugi dengan harga saham turun 1,03 persen menjadi 57,9 dolar AS.

(1 dolar AS sama dengan 1,34 dolar Singapura)

Baca juga: Pasar saham Malaysia ditutup merosot, Indeks KLCI jatuh 0,4 persen

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penutupan perdagangan, ini capaian BEI sepanjang 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar