Hutama Karya incar kontrak proyek strategis tahun ini

Hutama Karya incar kontrak proyek strategis tahun ini

Ilustrasi: Kendaraan rombongan Forkopimda Riau melintas di Jalan tol Pekanbaru-Dumai saat meninjau langsung pembangunan dan kesiapan tol Pekanbaru-Dumai di Pekanbaru, Riau, Sabtu (4/7/2020). Progres proyek pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km ini dinilai cukup baik dan Uji Laik Fungsi (ULF) juga telah dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) pada 17-19 Juni 2020 yang lalu. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/wsj.

Kami juga mengestimasi pertumbuhan bisnis konstruksi Hutama Karya di tahun 2021 khususnya pada pengusahaan Jalan Tol Trans Sumatera,
Jakarta (ANTARA) - PT Hutama Karya (Persero) mengincar kontrak-kontrak strategis pada tahun ini seraya meyakini bisnis konstruksi akan kembali pulih.

"Di tahun ini Hutama Karya akan membidik kontrak-kontrak strategis, termasuk beberapa Proyek Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta optimalisasi anak perusahaan. Kami menargetkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp20- 21 triliun di tahun ini," ujar Direktur Hutama Karya Budi Harto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Budi menilai padai tahun 2021 sektor konstruksi akan mengalami fase pemulihan seiring ditemukannya vaksin COVID-19, yang akan meningkatkan pergerakan manusia sehingga kegiatan konstruksi perlahan dapat kembali berjalan normal.

"Kami juga mengestimasi pertumbuhan bisnis konstruksi Hutama Karya di tahun 2021 khususnya pada pengusahaan Jalan Tol Trans Sumatera,” katanya.

Baca juga: Pemegang obligasi optimistis Hutama Karya tuntaskan Tol Trans Sumatera

Meski mengalami penurunan pada tahun 2020 akibat COVID-19, ia yakin bisnis konstruksi akan kembali tumbuh tahun ini seiring dikeluarkannya Perpres Nomor 109 Tahun 2020 yang menetapkan Daftar Proyek Strategis Nasional terbaru yakni 201 proyek dan 10 program yang mencakup 23 sektor dengan total nilai investasi sebesar Rp4.810 triliun.

Berdasarkan APBN 2021 Kementerian Keuangan telah mengalokasikan anggaran infrastruktur senilai Rp417 triliun naik 48 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp281 triliun dengan tujuan untuk mengejar proyek-proyek yang tertunda tahun 2020.

Di awal tahun 2021 Hutama Karya tengah dan akan menggarap beberapa proyek strategis di antaranya rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi rawa Kabupaten Kapuas, dan proyek dari Angkasa Pura I untuk peningkatan runway serta sarana penunjang di Bandara Internasional Lombok.  Selain itu ada tender proyek konstruksi di luar JTTS yang sedang  termasuk proyek KPBU.

"Proyek bendungan, infrastruktur jalan, dan EPC masih menjadi andalan kami. Di tahun ini pula, perusahaan juga akan fokus pada optimalisasi anak perusahaan,” kata Budi Harto.

Baca juga: Hutama Karya akan sesuaikan tarif tol JORR-S dan ATP mulai 17 Januari

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PUPR dan Hutama Karya bantah penghentian pembangunan tol Padang-Pekanbaru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar