Pangeran Charles, Camilla disuntik vaksin COVID-19

Pangeran Charles, Camilla disuntik vaksin COVID-19

Pangeran Charles dari Inggris dan istrinya, Camilla, akan melakukan lawatan ke Selandia Baru pada November, kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Jumat. (REUTERS/Micheal Dalder)

London (ANTARA) - Pewaris takhta Inggris Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, telah mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19, kata kantornya Clarence House pada Rabu.

Charles (72) menyusul ibunya, Ratu Elizabeth (94) dan suaminya yang berusia 99 tahun, Pangeran Philip, untuk mendapatkan dosis pertama vaksin yang saat ini sedang disuntikkan ke jutaan orang di seluruh Inggris.

Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip telah mendapat suntikan vaksin pada Januari.

Baca juga: Ratu Elizabeth mendapat suntikan vaksin COVID-19

"The Prince of Wales dan The Duchess of Cornwall telah mendapatkan vaksin COVID-19 pertama mereka," kata Clarence House dalam sebuah pernyataan singkat, merujuk pada gelar resmi Charles dan Camilla.

Namun, Clarence House tidak menyebut kapan tepatnya Charles dan Camilla (73) menerima suntikan itu.

Pangeran Chales sempat dinyatakan positif mengidap virus corona selama gelombang pertama pandemi pada Maret tahun lalu, tetapi mengatakan dia beruntung hanya menderita gejala yang relatif ringan dan telah kembali sehat.

Sejauh ini, Inggris telah memberikan suntikan vaksin kepada sekitar 13 juta warganya dan akan terus menjalankan program vaksinasi untuk menjangkau orang-orang yang masuk dalam empat kelompok prioritas, termasuk mereka yang berusia 70 tahun atau lebih, hingga pekan depan.

Baca juga: Inggris Raya memvaksinasi rata-rata 140 orang per menit

Desember lalu, saat mengunjungi pusat vaksinasi di dekat tempat tinggalnya di Inggris barat, Charles mengatakan dia akan "berada di daftar terbawah" sebagai penerima vaksin, tetapi akan "benar-benar" mendapatkan suntikan vaksin.

Biasanya keluarga kerajaan menolak memberikan rincian masalah kesehatan seperti itu, dengan mengatakan itu adalah masalah pribadi, tetapi kali ini kerajaan memutuskan untuk mengumumkan vaksinasi mereka kepada publik untuk menghindari spekulasi.

Sumber: Reuters

Baca juga: Inggris izinkan penggunaan vaksin Moderna

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Vaksin Sinovac 94 persen efektif cegah COVID-19 bergejala

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar