BI targetkan 12 juta "merchant" gunakan QRIS dukung Gernas BBI 2021

BI targetkan 12 juta "merchant" gunakan QRIS dukung Gernas BBI 2021

Konsumen membayar pesanannya melalui kode Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di gerai Ke-Angkringan di Jalan Ampera Raya, Jakarta, Sabtu (6/2/2021). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.

BI bersama industri khususnya penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) berkomitmen untuk terus mendorong perluasan penggunaan QRIS.
Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) bersama industri menargetkan sebanyak 12 juta pelaku usaha/pedagang atau merchant menggunakan "Quick Response Code Indonesian Standard" (QRIS) pada 2021 yang salah satunya untuk mendukung program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

“BI bersama industri khususnya penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) berkomitmen untuk terus mendorong perluasan penggunaan QRIS,” demikian keterangan tertulis Departemen Komunikasi BI di Jakarta, Rabu.

Gernas BBI diluncurkan pemerintah yang tahun ini mendorong produk UMKM Indonesia menjadi tuan rumah di Tanah Air sendiri.

Baca juga: BI Bali targetkan 300 ribu "merchant" QRIS pada 2021

BI mencatat sebanyak 85 persen pengguna QRIS adalah pelaku UMKM dari total enam juta merchant di 34 provinsi, 480 kabupaten/kota memanfaatkan sistem pembayaran berbasis digital itu.

Selain mendukung Gernas BBI, perluasan penggunaan QRIS juga mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Bangga Berwisata Indonesia (BWI).

Penggunaan QRIS itu didukung infrastruktur dari 52 Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) berizin.

Baca juga: Gernas BBI, jadikan produk lokal kian dicintai dan berkelas

Pencapaian ini tak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak yakni pemerintah pusat dan daerah, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), PJSP, otoritas terkait lainnya, dan masyarakat.

Kolaborasi segitiga (triangle collaboration) yang semakin kuat antara BI, pemerintah, dan industri baik di tingkat pusat maupun daerah akan semakin mengakselerasi transformasi digital Indonesia.

Komitmen tersebut juga dilakukan melalui sejumlah langkah peningkatan/perluasan jaringan dan fasilitasi penggunaan QRIS melalui merchant serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan QRIS dan manfaatnya bagi masyarakat.

Pada masa pandemi COVID-19, BI bersama ASPI dan PJSP juga mengembangkan QRIS Tanpa Tatap Muka (QRIS TTM).

Caranya, masyarakat cukup meminta gambar QRIS dari merchant dan menyimpannya di galeri gawai.

Jika ingin bertransaksi, pengguna cukup membuka aplikasi pembayaran, memilih menu unggah dari galeri pada gawai, pilih gambar QRIS merchant, masukkan nominal dan pastikan nama pedagang telah sesuai, masukkan PIN, dan bayar.

QRIS TTM dapat digunakan untuk menunjang belanja daring tanpa perlu bertatap muka.

QRIS juga telah diterapkan sebagai salah satu metode pembayaran di berbagai sektor, sehingga mendorong efisiensi perekonomian.

Tak hanya transaksi perdagangan ritel di pasar tradisional maupun modern dan universitas, namun QRIS juga digunakan untuk tiket elektronik pariwisata, pendidikan, pesantren, transportasi, parkir, e-retribusi Pemda, donasi sosial dan keagamaan.

BI menyebut implementasi QRIS memberikan manfaat mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif, dan meningkatkan daya saing industri, termasuk memajukan UMKM.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bank Indonesia gandeng koperasi perluas QRIS di Pekalongan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar