Jakarta (ANTARA) - Demi mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021, produsen laptop brand lokal Zyrex merakit produk di Indonesia dengan meningkatkan kandungan komponen dalam negeri.

“Kami sangat senang dengan adanya Gerakan Nasional BBI kali ini kami semakin semangat memproduksi laptop Confidante yang akan dirakit di Indonesia dari komponen-komponennya, kita semua dikerjakan oleh anak-anak bangsa,” kata CEO PT. Zyrexindo Mandiri Buana Timothy Siddik dalam rilisnya di Jakarta, Selasa.

Ia berharap instansi pemerintah pun mendukung pelaku usaha untuk menggunakan produk buatan dalam negeri termasuk untuk produk-produk elektronik.

Timothy menilai pentingnya Gernas BBI yang diterapkan di semua lini untuk membangkitkan perekonomian bangsa yang terdampak pandemi.

“Kebijakan BBI ini merupakan sebuah kampanye yang sangat kami appreciate, meski belum maksimal, kami tahu banyak kebutuhan seperti misalnya di Kemendikbud kami harapkan bisa lebih memprioritaskan produk dalam negeri untuk program-programnya,” katanya.

Perusahaan itu menargetkan mampu memenuhi syarat Tingkat komponen dalam negeri atau TKDN hingga 41 persen khusus untuk produk terbarunya yang diberi nama Confidante.

Di tengah pandemi, pihaknya mengapresiasi banyak kebijakan yang diterapkan pemerintah untuk mempermudah iklim usaha termasuk dalam hal kecepatan proses importasi bahan baku.

“Banyak kebijakan yang improve, kalau dulu impor barang dari luar negeri bisa sampai berminggu-minggu, dengan proses pajak paling cepat 4 minggu. Hari ini kami impor barang dari China selatan misalnya, sampai Tanjung Priok sampai 5 hari. Kalau kami bisa segera bayar pajak impor barang, besoknya kontainer keluar lalu masuk ke gudang kami. Ini terobosan luar biasa. Apa yang kita pesan barangnya maksimum 7-10 hari bisa kita terima,” katanya.

Saat pandemi, sebagaimana perusahaan lain, Zyrex juga mengalami kesulitan pasokan komponen sejak kuartal IV tahun lalu hingga saat ini. Namun ia memastikan, perusahaannya telah mengamankan pasokan komponen hingga Juni 2021 merespon kenaikan jumlah permintaan produk yang signifikan.

“Penjualan kami naik dibandingkan 2019, untuk laptop mencapai 50 persen. Tahun ini diperkirakan 80 persen dari segi kuantitas. Permintaan laptop saat pandemi memang naik signifikan,” katanya.

Merespons permintaan pasar, perusahaan kemudian menghadirkan laptop Confidante dengan jaringan 4G LTE tertanam, teknologi hemat baterai, sehingga menyematkan tagline Always On dan Always Connected.

Teknologi dari Qualcomm Snapdragon mobile compute platform membuat laptop mampu bekerja seharian tanpa mengisi ulang baterai, dan selalu terhubung ke internet melalui 4G saat tidak ada jaringan WiFi.

Country Director Qualcomm Indonesia Shannedy Ong mengatakan laptop tersebut menghadirkan teknologi Qualcomm® SnapdragonTM mobile compute platform dengan processor 8 core yang memiliki kecepatan mencapai 2.96 GHz dan didukung dengan Graphic Processing Unit Qualcomm® Adreno TM 630 GPU, 8GB RAM memory berkecepatan tinggi, low power DDR4, serta penyimpanan internal 128GB.


Baca juga: Satgas Yonif MR 413 ajarkan pemuda di perbatasan operasikan laptop
Baca juga: Pandemi bangkitkan permintaan laptop dunia

Baca juga: Fisipol UGM luncurkan program gerakan pinjamkan laptop

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2021