PMI Tangerang salurkan bantuan ke 9 titik pengungsian di Karawaci

PMI Tangerang salurkan bantuan ke 9 titik pengungsian di Karawaci

Distribusi bantuan dari PMI Kota Tangerang untuk warga Karawaci yang terdampak banjir dan mengungsi di sebilan lokasi pengungsian.

Tangerang (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang menyalurkan bantuan kepada masyarakat Karawaci terdampak banjir yang mengungsi di sembilan titik lokasi pengungsian.

"Kami cek langsung, ternyata di lokasi ini adalah lokasi titik genangan yang berpotensi banjir. Artinya, jika kondisi hujan terus tinggi maka lokasi ini bisa terjadi banjir. Untuk itu, kami mengirim logistik untuk dapur umum," kata Ketua PMI Kota Tangerang Oman Jumansyah di kelurahan Nambo Jaya, Sabtu.

Bantuan logistik yang diberikan berupa 15 dus mie instan, 15 dus biskuit dan dua peti telur. Logistik tersebut langsung diberikan untuk para warga yang terdampak.

"Bantuan yang kami distribusikan di khususkan bagi warga yang terdampak, berupa beberapa logistik khususnya mie instan, telur dan biskuit supaya untuk kebutuhan pokok makan terpenuhi," katanya.

Baca juga: Kominfo Kota Tangerang imbau warga tetap waspadai hujan lebat

Baca juga: Satu warga Cibodas Tangerang tewas terbawa arus banjir


PMI harus berperan aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan kemanusiaan untuk segala kondisi, apalagi di tengah kondisi pandemi COVID-19 di tambah cuaca ekstrem yang saat ini melanda Kota Tangerang.

"Bantuan ini disalurkan, karena PMI sebagai organisasi kemanusiaan dan menjalankan mandat Undang-Undang Nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 2019," ujar dia.

Sementara itu Camat Karawaci Tihar Sopian menjelaskan di wilayahnya ada enam lokasi titik genangan yang berpotensi banjir. Untuk saat ini yang terparah ada di Kelurahan Nambo Jaya dengan ketinggian air paling tinggi 1,5 meter.

"Untuk di Kelurahan Nambo Jaya sudah di siapkan sembilan titik lokasi evakuasi yang bisa di tempatkan warga yang rumahnya terendam air," katanya.

Tihar menuturkan di lokasi titik pengungsian juga menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi adanya kluster baru di tengah pandemi COVID-19. "Kita bagi jadi sembilan titik agar tidak terpusat di satu titik. Jadi, kami pecah agar lokasi pengungsian bisa agak renggang dan tidak terjadi penumpukan," ujarnya.*

Baca juga: Kominfo: 6.880 warga Kota Tangerang terdampak banjir

Baca juga: Dinkes Banten siagakan posko kesehatan tangani korban banjir

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Banjir Ciledug Indah mulai surut, Pemkot Tangerang dorong normalisasi sungai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar