Jaklingko akan luncurkan aplikasi pembayaran transportasi terintegrasi

Jaklingko akan luncurkan aplikasi pembayaran transportasi terintegrasi

Warga berjalan di depan papan informasi mengenai JakLingko di Jakarta, Kamis (3/12/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Sistem terintegrasi ini akan sangat mudah bagi semua pengguna dan diharapkan mendorong transportasi publik Jakarta sehingga mampu mengurangi kemacetan
Jakarta (ANTARA) - PT Jaklingko Indonesia akan meluncurkan aplikasi seluler yang mengintegrasikan sistem pembayaran layanan transportasi umum di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Direktur Utama Jaklingko Muhamad Kamaluddin dalam webinar bertajuk Membangun Ekosistem Digital dalam Industri Transportasi di Jakarta, Kamis, menjelaskan aplikasi tersebut akan mendorong efektivitas dan kemudahan pembayaran sistem transportasi umum berbagai moda.

"Jadi nanti di aplikasi yang akan kami luncurkan, kami akan berikan fitur ke pengguna untuk memilih titik keberangkatan dan titik tujuan. Dari dua titik ini akan diberi rekomendasi moda transportasi yang tersedia," katanya.

Setelah muncul rekomendasi moda transportasi yang tersedia, nantinya akan dimunculkan pula rincian biaya serta estimasi kedatangan dan ketibaan di tempat tujuan.

Dari pilihan yang disajikan, lanjut Kamal, pengguna akan bisa memilih moda transportasi yang akan digunakan. Selanjutnya, akan muncul kode QR yang bisa dipakai untuk pembayaran semua moda transportasi yang dipilih.

"Jadi satu QR Code, bisa dipakai untuk pembayaran semua modanya mulai dari rumah pake ojek, naik commuter, kemudian lanjut TransJakarta atau apa, semua menggunakan satu aplikasi itu," katanya.

Kamal menuturkan sistem di aplikasi tersebut akan bisa dilacak pengguna. Dengan demikian, jika ada perubahan jadwal atau perubahan layanan hingga gangguan bisa diinformasikan melalui aplikasi tersebut.

"Jadi akan sangat mudah ke depan melakukan perjalanan dengan mobile app kami. Smart card yang sekarang ada pun masih bisa digunakan," katanya.

Kamal mengatakan pihaknya juga menyiapkan solusi atas sejumlah keluhan soal smart card atau kartu tiket yang tidak bisa digunakan di moda transportasi lain, hingga saldo yang lenyap karena kartunya hilang. Solusi tersebut yaitu dengan melakukan sinkronisasi saldo kartu dengan saldo yang ada di aplikasi seluler.

"Nanti ke depan akan lebih mudah, akan tersentralisasi. Kami akan jadi platformnya. Sistem terintegrasi ini akan sangat mudah bagi semua pengguna dan diharapkan mendorong transportasi publik Jakarta sehingga mampu mengurangi kemacetan," katanya.

PT Jaklingko Indonesia diresmikan pada pertengahan Juli 2020 sebagai integrator tarif jasa layanan transportasi umum di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Integrasi pembayaran layanan transportasi umum di Jabodetabek itu sudah direncanakan oleh Presiden Joko Widodo sejak 2019 dalam rapat terbatas (ratas).

Adapun pembagian kepemilikan saham PT Jak Lingko Indonesia adalah PT MRT Jakarta (20 persen), PT TransJakarta (20 persen), PT Jakpro/LRT (20 persen) dan PT MITJ/MRT dan KAI (40 persen).

Baca juga: PT Jaklingko tunjuk empat pengurus dalam RUPSLB
Baca juga: Bank Mandiri terbitkan e-money edisi Jak Lingko
Baca juga: Dishub DKI gagas "superapps" untuk membantu warga bermobilitas

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenhub soroti jaga jarak di transportasi umum

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar