Merger BUMN perikanan bakal dongkrak pengembangan bisnis maritim

Merger BUMN perikanan bakal dongkrak pengembangan bisnis maritim

Ilustrasi - Nelayan melelang ikan tuna sirip kuning di terminal Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja, Banda Aceh. ANTARA FOTO/Ampelsa/foc.

Kekuatan Perindo dan Perinus diharapkan berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan berbahan ikan di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah punya rencana besar untuk mendongkrak bisnis maritim pada sektor perikanan lokal melalui merger dua BUMN perikanan yakni Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus) yang akan dilakukan pada semester pertama 2021.

"Kekuatan Perindo dan Perinus diharapkan berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan berbahan ikan di Indonesia,” kata Direktur Operasional Perum Perindo Raenhat Tiranto Hutabarat dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Konsep bisnis merger Perindo dan Perinus akan membentuk kekuatan baru di sektor perikanan karena Perindo unggul dalam pengelolaan pelabuhan perikanan dan budi daya, sedangkan Perinus ulung pada bidang perikanan tangkap.

Bisnis pelabuhan Perindo antara lain Pelabuhan Perikanan Jakarta, Pelabuhan Perikanan Belawan, Pekalongan, Pemangkat, Brondong, Prigi, Lampulo Tarakan dengan menyediakan enam unit sarana produksi cold storage berkapasitas 3.200 ton, empat unit pengelolaan ikan, layanan docking, kapal tangkap dan tampung, pabrik es, hingga fasilitas pengolahan air laut (SWRO).

Baca juga: Holding BUMN Perikanan perlu peta jalan jelas

Selain itu kekuatan Perindo juga terletak pada lini bisnis budi daya dengan lokasi tambak seluas 38 hektare, keramba jaring apung 427 holes dengan didukung pabrik pakan ikan serta udang berkapasitas produksi 6 ton per jam untuk menciptakan budi daya terintegrasi.

Sedangkan bisnis Perinus terletak pada penangkapan dan pembelian ikan dengan mitra nelayan, serta pengelolaan ikan mulai dari ikan segar, ikan beku, dan ikan fillet.

“Kekuatan lini bisnis Perindo dengan cakupan lingkup usaha Perinus akan memperkokoh BUMN perikanan," kata Raenhat Tiranto.

Merger ini menargetkan pertumbuhan bisnis Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 26 persen dalam lima tahun ke depan dengan bertumpu pada bisnis perdagangan ikan dan pakan. Sedangkan untuk existing business seperti jasa kepelabuhanan diprediksi CAGR tumbuh 15 persen dan perdagangan ikan 22 persen.

Penggabungan dua BUMN ini akan menguasai bisnis perikanan dari hulu ke hilir mulai dari bisnis kepelabuhan, penangkapan ikan, perdagangan ikan, budi daya hingga wisata perikanan.

Baca juga: Kementerian BUMN: Holding pangan bantu pemerataan produksi perikanan

Sementara itu Direktur Utama Perinus Farida Mokodompit menambahkan pihaknya mendukung proses pemerseroan Perum Perindo yang saat ini sedang berjalan.

“Dengan telah terlaksananya proses merger antara Perinus dan Perindo maka dapat mempercepat proses pembentukan holding BUMN Pangan,” kata Farida Mokodompit.

Lebih lanjut, dia menambahkan prioritas kerja utama pasca-penggabungan Perindo dan Perinus adalah revitalisasi dan perbaikan sarana dan prasarana produksi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Tahapan restrukturisasi dan penguatan bisnis BUMN sertifikasi terus dilakukan untuk mengantisipasi kondisi persaingan dan memperkuat sinergi antar kedua BUMN.

Baca juga: Anggota DPR dorong BUMN perikanan bantu pulihkan ekonomi nasional

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KPK tetapkan Dirut Perum Perindo sebagai tersangka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar