Uji coba varietas padi Tri Sakti hasilkan 12 ton per hektare

Uji coba varietas padi Tri Sakti hasilkan 12 ton per hektare

Founder Gerakan Satmakura, Mochtar Sany, di Bandarlampung, Senin. (8/3/2021). ANTARA/Dian Hadiyatna.

Bandarlampung (ANTARA) - Gerakan Satukan Tenaga Masyarakat Kerahkan Untuk Rakyat (Satmakura) mengapresiasi Kota Bandarlampung yang berhasil menguji coba varietas padi Tri Sakti yang dapat menghasilkan padi 10-12 ton per hektare.

"Ini sebuah inovasi luar biasa, bahwa kita memiliki varietas padi yang bisa menghasilkan 12 ton per ha. Varietas ini terbukti mampu panen padi hingga 12 ton per hektare," kata Founder Gerakan Satmakura, Mochtar Sany, di Bandarlampung, Senin.

Melalui gerakan Satmakura, lanjut dia, satu hektare lahan pertanian menghasilkan 10-12 ton, hasil tani ini akan dikembangkan di berbagai wilayah di Indonesia sebagai Inovasi daerah yang masuk dalam program Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Petani itu kalau sekali panen dengan jumlah 12 ton, sudah pasti hidup. Tapi kalau panen bisa dua kali maka akan bisa menabung, kalau tiga kali sampai empat kali panen setahun pasti mereka akan sejahtera. Ini yang akan kita kembangkan," kata dia.

Apalagi, Kota Bandarlampung yang tidak cukup luas lahan pertaniannya telah berhasil menghasilkan 12 ton per ha dalam satu kali panen, ke depan apabila bisa empat kali panen tentunya petani di sini akan cukup sejahtera.

Baca juga: Gubernur Lampung apresiasi panen padi di Kota Metro capai 47.000 ton

Sementara itu, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengungkapkan bahwa lahan pertanian di kota ini yang tidak cukup luas akan dijadikan percontohan oleh Balitbang Kemendagri untuk kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

"Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita warga Bandarlampung, kota besar yang masih ada lahan pertanian, salah satunya di Kecamatan Rajabasa sekitar 360 ha yang akan dijadikan percontohan," kata dia.

Apabila lahan pertanian ini masih belum di kavling-kavling, pihaknya akan membicarakannya kepada masyarakat agar daerah persawahan ini harus tetap dipertahankan.

"Mudah-mudahan areal persawahan ini belum dijual oleh pemiliknya dan kita akan bicarakan bagaimana lahan ini tetap hijau. Yang saya takutkan itu kan sawah-sawah ini sudah di kavling-kavling," kata dia.

Baca juga: Pemprov Lampung targetkan produksi padi 3 juta ton tahun ini
Baca juga: Kejar produksi, Mentan panen dan tanam padi di Lampung Tengah

 

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bantuan alat perontok gabah bagi kelompok tani di Padang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar