Formula 1

Bos-bos tim F1 dukung wacana sprint race untuk musim 2021

Bos-bos tim F1 dukung wacana sprint race untuk musim 2021

Gambaran umum Grand Prix Formula 1 Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (13/12/2020). ANTARA/REUTERS/Pool/Bryn Lennon/aa. (Pool via REUTERS/BRYN LENNON)

Semoga ini akan menjadi tontonan yang menarik
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah kepala tim Formula 1 telah menyatakan dukungan mereka terhadap rencana menggelar sprint race di musim 2021 sebagai salah satu upaya menciptakan pertunjukan baru di F1.

Di saat F1 sedang mencari cara untuk merubah format akhir pekan balapan, presiden dan CEo Stefano Domenicali mengaku terbuka dengan konsep sprint race di sejumlah Grand Prix musim ini, yang akan menjadi balapan singkat pada Sabtu untuk menentukan posisi start balapan pada Minggu.

Wacana sprint race kembali bergulir ketika tim dan pebalap tiba di Bahrain untuk menjalani sesi tes pramusim selama tiga hari yang berlangsung pada 12-14 Maret.

"Selalu ada sejuta alasan untuk tidak melakukan sesuatu, tapi saya rasa konsep ini menarik," kata bos tim Red Bull Christian Horner seperti dikutip laman resmi F1, Jumat.

Baca juga: F1 hapus rencana reverse grid, masih pertimbangkan sprint race

"Saya rasa cara mereka mengenalkannya cukup bertanggung jawab di tiga event, jadi kenapa tidak kita coba?"

Horner menambahkan bahwa para manajer tim dan sporting director F1 sedang bekerja keras di balik layar untuk memastikan regulasi yang tepat diterapkan.

"Semoga ini akan menjadi tontonan yang menarik. Tapi jika itu adalah apa yang para promotor inginkan, kami senang mendukungnya."

Bos tim Mercedes Toto Wolff juga menyambut baik ide uji coba tersebut setelah ia melihat keuntungan yang ditawarkan oleh balapan Sabtu di seri DTM Jerman.

Baca juga: Wolff lanjut pimpin tim Mercedes F1 hingga tiga tahun ke depan

"Saya menghargai sejarah berusia 70 tahun dari (menggelar) Grand Prix pada Minggu. Tapi saya akan setuju satu hal tentunya: dengan memiliki balapan kecil pada Sabtu, kita akan mendapati peningkatan jumlah penonton yang besar," kata Wolff.

"Saya telah melihatnya di DTM dan Touring Cars, bahwa kita nyaris mampu menggandakan jumlah penonton TV dengan balapan kedua.

"Saya rasa kita harus mencobanya dan jujur terhadap diri kita sendiri: apa dampak finansialnya dan dampak yang nyata yang mampu kita hasilkan?

"Saya rasa jika kita berembug bersama, kita bisa mencari solusi yang menjadi keuntungan bersama.

Baca juga: F1 catatkan penurunan pendapatan di tahun 2020 yang terganjal pandemi

Kepala tim McLaren Andreas Seidl juga menyambut baik ide sprint race tersebut dan dia ingin detail final selesai sebelum tes pramusim Bahrain usai.

"Kami sangat mendukung untuk mencobanya, selama tidak mengubah hierarki di Formula 1, yang proposal saat ini belum lakukan," kata Seidl.

"Tapi saya rasa kami memiliki proposal yang baik untuk dibahas, dan saya rasa kami akan mendapat kesimpulan final akhir pekan ini, dan kemudian itu tergantung dari Formula 1."

Baca juga: GP Bahrain umumkan aturan khusus terkait COVID-19 bagi pembeli tiket
Baca juga: Mick Schumacher bangga ikuti jejak sang ayah di F1
Baca juga: Titel juara dunia kedelapan tak akan jadi penentu masa depan Hamilton

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar