Vaksinasi lansia dan pegawai BUMN tuai animo tinggi

Vaksinasi lansia dan pegawai BUMN tuai animo tinggi

Peserta vaksinasi COVID-19 lansia dan pegawai BUMN di GBK, Jakarta mengantre di pintu masuk pelayanan, Selasa (16/3/2021) ANTARA/Andi Firdaus

Jakarta (ANTARA) - Panitia menyebut kegiatan vaksinasi COVID-19 yang menyasar kelompok lanjut usia (lansia) dan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di arena Shoftball Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, menuai animo yang tinggi dari kalangan peserta.

"Animonya masih tinggi. Kami menargetkan satu jam bisa sampai 850 orang yang divaksin," kata Manager Pelayanan Kesehatan PT Pertamina Pusat Ramdhan Lukiswara di Jakarta.

Baca juga: Kementerian BUMN perluas vaksinasi lansia bukan warga DKI Jakarta

Ramdhan mengemukakan agenda vaksinasi dosis pertama kali ini merupakan gelombang awal dari rencana penyelenggaraan selama dua sesi pada Selasa dan Kamis (18/3), masing-masing 1.000 pegawai Pertamina.

Kegiatan dibuka mulai pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan interval layanan setiap 30 menit, masing-masing sebanyak 100-250 peserta.

Baca juga: Jaksel targetkan 2.000 lansia di Pela Mampang divaksin COVID-19

Pembagian gelombang layanan vaksin diinformasikan melalui pesan singkat (SMS) secara langsung di ponsel peserta.

"Kita sebar SMS. Kita atur waktunya agar tidak terjadi kerumunan antrean. Walaupun persoalannya sekarang disipilin peserta untuk hadir tepat waktu agak kurang," katanya.

Baca juga: 500 lansia di Kecamatan Pulogadung divaksin COVID-19

Kegiatan vaksinasi BUMN pada Selasa melibatkan ribuan pegawai dari tiga perusahaan yakni Pertamina, Bank BRI dan Bank Mandiri.

Berjarak "selemparan baru" dari Arena Shoftball terdapat kegiatan serupa yang menyasar kelompok lansia dan pensiunan.

Namun antrean di lokasi yang bersebalahan dengan kegiatan pegawai BUMN itu tampak lebih teratur dan cepat.

Peserta yang datang diarahkan panitia menuju gedung parkir kendaraan di seberang arena shoftball.

"Animonya luar biasa. orangnya banyak banget dari mana-mana. Ada yang dari Bekasi, Tangerang, Jakarta. Tapi terkoordinir secara baik," kata warga Jakarta Utara, Ruth S Hardja (40).

Ruth hadir bersama kedua orang tuanya ke GBK dengan harapan bisa memperoleh vaksin. Namun Ruth gagal lolos verifikasi sebab usianya kurang dari 59 tahun sebagai batasan minimum kepesertaan vaksin bagi lansia.

"Ya nyesel juga sih gak bisa divaksin. Saya diminta menunggu gelombang masyarakat umum," katanya.
Peserta vaksinasi COVID-19 lansia difasilitasi kursi roda oleh panitia di GBK, Jakarta, untuk mengantisipasi kelelahan saat mengantre di pintu masuk pelayanan, Selasa (16/3/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

Lain halnya dengan yang dialami Wardi (71). Warga asal Tangerang itu datang seorang diri menggunakan sepeda motor demi memperoleh perlindungan vaksin.

Namun kehadiran Wardi di luar jam yang telah ditentukan menyebabkan jadwal penyuntikan ditunda hingga esok hari.

Beruntung Wardi dibantu Ruth untuk memperoleh skala prioritas pelayanan dari panitia. Setelah terjadi dialog panjang dengan panitia, Wardi akhirnya memperoleh jatah vaksin dosis pertama.

Skala prioritas bagi lansia difasilitasi panitia dengan menggunakan kursi roda, sebab Wardi mengalami kelelahan selama menempuh perjalanan.

"Terima kasih Bu Ruth," kata Wardi seraya didampingi panitia membantu mendorong kursi roda yang ditumpangi Wardi hingga masuk ke tenda registrasi.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dinkes Palangka Raya bersama Babinsa Babinkamtibmas lakukan serbuan vaksinasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar