Jakarta (ANTARA) - Data yang dihimpun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memperlihatkan penambahan pasien sembuh sebanyak 9.010 orang atau lebih banyak dari kasus baru sebesar 6.825 orang yang terjadi pada hari ini.

Selain itu Satgas juga mencatat adanya penambahan pasien meninggal sebanyak 162 orang, menurut data yang diterima di Jakarta pada Rabu sore.

Penambahan tersebut membuat Indonesia telah memiliki total 1.437.283 kasus COVID-19 dengan 1.266.673 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 38.915 orang meninggal dunia.

Satgas COVID-19 juga mencatat dengan adanya kasus baru tersebut maka saat ini terdapat 131.695 kasus aktif atau pasien yang menjalani perawatan dan isolasi setelah terkonfirmasi positif COVID-19. Dengan hasil itu maka terjadi pengurangan 2.347 orang dibandingkan Selasa (16/3) kemarin.

Terdapat pula 59.610 orang yang masuk dalam kategori suspek.

Hasil itu didapat setelah pemerintah pada Rabu menerima laporan hasil pemeriksaan dari 437 laboratorium jejaring dan 12.676 fasilitas kesehatan yang memeriksa 75.980 spesimen dari 58.752 orang yang menjalani tes usap PCR atau antigen.

Dengan hasil itu maka tingkat positif atau positivity rate spesimen harian Indonesia mencapai 20,77 persen sementara tingkat positif orang harian adalah 11,62 persen.

Pada hari ini semua provinsi di Indonesia melaporkan keberadaan kasus baru dengan penambahan terbesar adalah Jawa Barat dengan 1.347 kasus baru, DKI Jakarta 1.330 kasus baru, Banten 861 kasus baru, Jawa Tengah 647 kasus baru, dan Jawa Timur dengan 321 kasus baru.

Sementara daerah yang melaporkan penambahan pasien sembuh terbanyak adalah Jawa Barat dengan 4.150 orang, DKI Jakarta 1.124 orang, Banten 790 orang, Jawa Tengah 748 orang, dan Kalimantan Timur dengan 345 orang.

Baca juga: Kasus konfirmasi COVID-19 bertambah 10.614 seiring tes yang meningkat

Baca juga: Satgas: Anak sekolah penyumbang 8,87 persen kasus COVID-19 nasional

Baca juga: Kasus COVID-19 nasional capai 758.473 dengan 625.518 orang sembuh

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2021