Mensos tantang mahasiswa Poltekesos Bandung selesaikan masalah sosial

Mensos tantang mahasiswa Poltekesos Bandung selesaikan masalah sosial

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini menantang para mahasiswa Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung untuk bisa selesaikan permasalahan sosial di Indonesia. (Dok Humas Poltekesos)

harus turun di lapangan melihat sendiri secara langsung permasalahan sosial yang ada
Bandung (ANTARA) - Menteri Sosial RI Tri Rismaharini menantang para mahasiswa Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung bisa menyelesaikan permasalahan sosial di Indonesia.

"Kalian para mahasiswa ini harus turun di lapangan melihat sendiri secara langsung permasalahan sosial yang ada dan kemudian mencarikan solusinya," kata Mensos saat menghadiri kuliah umum di Kampus Poltekesos Bandung, Jawa Barat, dengan tema Kebijakan Kementerian Sosial RI dalam Mempersiapkan Calon Pekerja Sosial di Masa Mendatang, Kamis.

Menurut Mensos, tantangan yang ada harus bisa dijawab oleh semua civitas akademika Poltekesos Bandung dan sejak dini mahasiswa harus diajarkan terjun langsung di lapangan, karena itu akan lebih bermanfaat.

Baca juga: Mensos usulkan ODGJ mendapat vaksinasi COVID-19

Lebih lanjut Mensos menyampaikan ia sangat setuju dengan konsep Kampus Merdeka yang diusung Mendikbud Nadiem Makarim.

"Kemarin saya sempat bertemu dengan Mendikbud, kita sempat membahas tentang Kampus Merdeka, saya kira itu konsep yang bagus bisa diterapkan juga di kampus ini," kata Mensos.

Pada kesempatan ini Mensos juga memberikan motivasi kepada seluruh civitas akademika yang hadir dan ibu dari dua orang anak itu menyampaikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini.

Baca juga: Mensos tantang mahasiswa tuntaskan masalah sosial dengan teknologi

"Dalam hidup ini tidak ada yang tidak mungkin, yang ada mau atau tidak mau. Jadi jika kalian punya harapan cita-cita jangan pernah berputus asa," kata Mensos.

Kebutuhan akan calon pekerja sosial profesional sangat penting dalam pembangunan kesejahteraan sosial.

Oleh karenanya, berbagai kebijakan memang perlu dituangkan khususnya
dengan pengembangan lembaga pendidikan tinggi sebagai pencetak tenaga calon pekerja sosial yang andal, kompeten dan professional.

Baca juga: Mensos instruksikan pekerja sosial aktif atasi dampak pandemi

Baca juga: Risma kenang penanganan COVID-19 di Surabaya bagai "perang"


Pada kesempatan yang sama dalam laporannya Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) Syahabuddin menyampaikan diisahkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial, telah membuat “tonggak sejarah”.

"Dengan adanya UU Peksos ini kita tunjukkan eksistensi status profesi pekerjaan sosial yang ada Indonesia, kita buktikan kiprah kita dalam pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia," kata Kepala BP3S.

Kepala BP3S juga menyampaikan harapannya, jika lulusan Poltekesos Bandung siap dan dapat berkiprah di berbagai lini pelayanan sosial.

Untuk informasi peserta dalam kegiatan ini, Mahasiswa Poltekesos Bandung yang diikuti secara daring dan luring.

Baca juga: Mensos sebut pandemi buat angka kemiskinan Indonesia lebih berat

Baca juga: Mensos minta Karang Taruna jadi penggerak hadapi pandemi dan bencana

 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mensos minta sosialisasikan rumah layak huni di daerah rawan bencana

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar