Kementerian ESDM dorong biogas jadi penggerak ekonomi masyarakat

Kementerian ESDM dorong biogas jadi penggerak ekonomi masyarakat

Ilustrasi - Sejumlah karyawan PTPN V berada di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) usai diresmikan di Pabrik Kelapa Sawit Terantam di Desa Kasikan, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (6/3/2020). PLTBG yang dibangun melalui kerjasama antara anak perusahan Holding Perkebunan di Provinsi Riau dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini memanfaatkan limbah cair kelapa sawit menjadi listrik sebagai energi baru dan terbarukan. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp.

Dengan potensi besar, kami mendorong percepatan transisi menuju pembangunan bioekonomi rendah karbon, salah satunya dengan pemanfaatan biogas berkelanjutan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian ESDM mendorong pemanfaatan biogas menjadi penggerak aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat bidang energi berkelanjutan, mengingat potensi sumber daya alamnya melimpah di Indonesia.
 
"Dengan potensi besar, kami mendorong percepatan transisi menuju pembangunan bioekonomi rendah karbon, salah satunya dengan pemanfaatan biogas berkelanjutan," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana di Jakarta, Selasa.
 
Sebagai negara dengan iklim tropis basah, lanjut dia, Indonesia tentu memiliki potensi besar dalam hal pengembangan biogas.
 
Teknologi sederhana ini menghasilkan gas metana melalui aktivitas anaerobik yang mendegradasi bahan-bahan organik, seperti kotoran, limbah domestik rumah tangga, limbah pertanian, maupun limbah peternakan.

Baca juga: Kementerian ESDM susun peta jalan pemanfaatan biogas berkelanjutan
 
Selain metana yang bisa dimanfaatkan untuk memasak, biogas juga bisa menghasilkan listrik melalui metode konversi.
 
Pemerintah, kata dia, akan terus mendukung pengembangan biogas untuk sektor rumah tangga karena program ini mendorong akses energi bersih yang terjangkau, mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk pembelian bahan bakar, dan pemberdayaan gender.
 
Sisi lain biogas juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.
 
Lebih lanjut Dadan mengatakan pengintegrasian program pengembangan biogas dengan sektor-sektor produktif merupakan cara efektif dan efisien dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, terkhusus saat pandemi.

Baca juga: Pemerintah masih punya banyak tantangan tingkatkan pemanfaatan biogas
 
"Keterlibatan masyarakat yang cukup dominan dalam program ini sejalan dengan strategi kebijakan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi COVID-19," kata Dadan Kusdiana.
 
Di Indonesia, salah satu daerah yang berhasil memanfaatkan biogas dengan baik dan mandiri ada di Pati, Jawa Tengah.
 
Melalui teknologi biodigester yang diberi nama Bioreaktor Kapal Selam, masyarakat desa memenuhi kebutuhan energi dan pupuk dengan memanfaatkan limbah berupa kotoran hewan dan limbah agrikultur.
 
Industri pertanian dan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian menjadi lebih efisien dari aspek pengeluaran anggaran untuk pemenuhan kebutuhan energi dan pupuk.

Baca juga: Masih rendah, pemanfaatan biogas terus digencarkan

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Begini cara peternak sapi manfaatkan kotoran jadi energi alternatif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar