Irlandia tambahkan 26 negara ke daftar karantina wajib, hapus satu

Irlandia tambahkan 26 negara ke daftar karantina wajib, hapus satu

Seorang wanita berjalan melewati pusat perbelanjaan Debenhams yang tutup dimana berdiri tenda seorang tunawisma di depan pintunnyam, ditengah penyebaran virus corona (COVID-19), di Dublin, Irlandia, Selasa (16/3/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Clodagh Kilcoyne/AWW/djo/am.

Dublin (ANTARA) - Pemerintah Irlandia pada Kamis (1/4) menambahkan 26 negara ke senarai negara yang warganya diwajibkan menjalani karantina di hotel pada saat kedatangan karena virus corona, tetapi tidak memasukkan negara tambahan dari Uni Eropa atau Amerika Serikat.

Menurut laporan di surat kabar Irish Independent, pemerintah telah disarankan oleh Kepala Pelayanan Medis untuk menambahkan 43 negara termasuk Amerika Serikat, Prancis, Jerman dan Italia ke dalam daftar yurisdiksi yang tunduk pada karantina hotel selama 12 hari pada saat kedatangan.

Keputusan mengenai "negara tambahan akan dipertimbangkan sebelum pertemuan Pemerintah berikutnya," kata Menteri Kesehatan dan Menteri Luar Negeri dalam pernyataan bersama.

Negara-negara dan wilayah yang ditambahkan pada Kamis (1/4) adalah: Albania, Andorra, Aruba, Bahrain, Bonaire, Sint Eustatius dan Saba, Ethiopia, Israel, Yordania, Kosovo, Kuwait, Lebanon, Moldova, Monaco, Montenegro, Nigeria, Macedonia Utara, Oman, Palestina, Filipina, Puerto Rico, Qatar, Saint Lucia, San Marino, Serbia, Somalia, serta Kepulauan Wallis dan Futuna.

Irlandia memiliki beberapa pembatasan perjalanan paling ketat di Uni Eropa dan minggu lalu mengikuti Inggris dalam menerapkan karantina hotel untuk kedatangan orang-orang dari negara-negara yang dianggap "berisiko tinggi" atau mereka yang tidak memiliki tes COVID-19 negatif.

Termasuk penambahan baru, ada 58 negara dalam daftar "Negara yang ditetapkan", yang sebagian besar berada di Timur Tengah, Afrika, Amerika Tengah, dan Selatan.

Austria saat ini adalah satu-satunya anggota Uni Eropa dalam daftar.

Pendatang harus dikarantina hingga 14 hari di kamar hotel atau dapat pergi setelah 10 hari jika tes COVID-19 menunjukkan hasil negatif.

Wisatawan dari negara yang baru ditambahkan harus memesan akomodasi untuk karantina hotel wajib jika mereka berniat untuk tiba di Irlandia setelah pukul 04.00 pada tanggal 6 April.

Republik Mauritius telah dihapus dari daftar.


Sumber: Reuters

Baca juga: Pejabat Irlandia: Penghentian vaksin AstraZeneca keputusan yang tepat

Baca juga: Tiga orang di Irlandia positif mengidap varian COVID Brazil

Baca juga: Bar dan restoran di Irlandia mungkin ditutup hingga akhir Maret




 

Satgas COVID-19 keluarkan aturan baru untuk kedatangan dari luar negeri

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar