Orient mengaku tak miliki paspor AS saat ajukan paspor Indonesia

Orient mengaku tak miliki paspor AS saat ajukan paspor Indonesia

Tangkapan layar - Hakim MK, Saldi Isra (tengah) mendengarkan keterangan Staf Teknisi Imigrasi KJRI Los Angles Sigit Setyawan (kiri) saat sidang lanjutan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disiarkan Mahkamah Konstitusi (MK) secara virtual, di Jakarta, Rabu (7/4/2021). ANTARA/Muhammad Zulfikar/aa.

Orient P Riwu Kore mengakui paspor AS miliknya akan berakhir pada 2027
Jakarta (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) mengatakan Orient P Riwu Kore mengaku tidak memiliki paspor AS saat mengajukan penerbitan paspor Indonesia kepada petugas instansi itu.

"Yang bersangkutan mengaku tidak memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat dan tidak pernah memiliki paspor Amerika Serikat," kata Staf Teknisi Imigrasi KJRI Los Angeles Sigit Setyawan pada sidang lanjutan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disiarkan Mahkamah Konstitusi (MK) secara virtual, di Jakarta, Rabu.

Pernyataan Orient P Riwu Kore tersebut tertuang dalam surat yang ditandatangani langsung oleh yang bersangkutan.

Meskipun demikian, KJRI Los Angeles tetap menerbitkan surat perjalanan laksana paspor kepada Orient, karena pada saat itu yang bersangkutan dinilai masih dianggap sebagai warga negara Indonesia (WNI).

Pada sidang tersebut, Majelis Hakim MK Prof Saldi Isra menanyakan apakah KJRI Los Angeles mendapatkan atau menerima surat pemberitahuan diplomasi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta perihal status kewarganegaraan Orient.

Sigit mengaku belum menerima surat resmi pemberitahuan diplomasi, tetapi telah membaca dari sejumlah media massa.

"Saya belum mendapatkan salinan resminya, Bapak," jawab Sigit menjawab pertanyaan Prof Saldi.

Setelah mengetahui perkara Orient Kore tersebut, pihak KJRI Los Angeles langsung melakukan pemeriksaan internal kepada petugas pelayanan keimigrasian.

Guna mencegah terjadinya kasus yang sama di kemudian hari, Sigit mengatakan wawancara menjadi hal yang krusial sekali sebelum penerbitan paspor atau dokumen lainnya yang berpotensi terjadinya kewarganegaraan ganda.

"Selama ini sudah kami lakukan, tetapi ke depan akan lebih ketat lagi," katanya.

Pada sidang sebelumnya, Bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua dengan status kewarganegaraan ganda Orient P Riwu Kore mengakui paspor Amerika Serikat miliknya akan berakhir pada 2027.

"Berakhir 2027 yang mulia," jawab Orient P Riwu Kore saat ditanya Hakim MK.

Pada sidang tersebut, Orient P Riwu Kore juga diketahui terakhir kali meninggalkan Amerika Serikat pada Maret 2019.
Baca juga: KJRI Los Angeles benarkan Orient Kore ajukan paspor pada Maret 2019
Baca juga: Orient Riwu Kore akui paspor Amerika Serikat miliknya berakhir 2027

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KRI Ahmad Yani bawa bantuan logistik ke Sabu Raijua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar