China protes video "mukbang", dianggap buang-buang makanan

China protes video "mukbang", dianggap buang-buang makanan

Pakar makanan dari Queer Eye, Antoni Porowski sedang melakukan mukbang di Hotel W, Washington DC. ANTARA/Tangkapan layar Youtube/pri.

Jakarta (ANTARA) - Lembaga pengawasan korupsi China, Central Commission for Discipline, mmeprotes tayangan "mukbang" yang beredar di sana karena dinilai mengajak orang membuang-buang makanan.

Video "mukbang" berasal dari Korea Selatan, berisi orang atau kreator konten yang makan dalam jumlah sangat banyak.

Video seperti ini semakin populer di China, dikutip dari Reuters, Senin, namun, menjadi sasaran kritik dari media milik negara karena melanggar aturan. Tahun lalu Presiden China Xi Jinping meluncurkan program untuk mengatasi sampah makanan.

CCDI menilai platform media sosial harus mengencangkan pengawasan dan menghentikan siaran yang tidak layak hingga memblokir akun-akun yang melanggar.

"Perilaku seperti 'video minum sangat banyak' tidak hanya merusak kesehatan pembawa acaranya dan mengakibatkan sampah makanan, tapi, juga mempromosikan mentalitas buruk dan berbahaya terhadap kesehatan ekologi industri," kata CCID.

Mereka berpendapat hukuman untuk orang-orang yang mengunggah video "mukbang" harus diperkuat.

Catatan CDDI, sejumlah orang yang mengunggah video mukbang bisa meraup pendapatan hingga 3.000 yuan.

China pada 2018 pernah bertindak pada situs Kuaishou, yaitu menangguhkan akun Hebei Pangzai yang sering membagikan video "mukbang" bir kepada 400.000 pengikutnya. Dia kemudian pindah membagikan video di platform Twitter.


Baca juga: Hotel di Washington DC tawarkan layanan kamar mukbang Rp4 jutaan

Baca juga: Pemerintah Korsel bakal larang Mukbang, kenapa?

Baca juga: Pokemon ikut tren "mukbang ASMR"

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar